“Tradisi thariqah sangat tepat untuk mengatasi konflik dan bentrok yang seringkali terjadi. Jika komitmen ini dimiliki oleh segenap bangsa, maka dengan kehendak Allah SWT Indonesia akan menjadi negara yang maju. Kita semua berharap thariqah dapat menjadi contoh dan pelopor”. Hal itu disampaikan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) saat mebuka secara resmi Muktamar XI Jam’iyyah Ahlilth Thariqah al-Mu’tabarah an-Nahdliyah (JATMAN) di Pondok Pesantren Al Munawwariyah, Bululawang, Malang, Rabu (11/1) siang.

Pembukaan ditandai dengan ucapan bismillahirrahmanirrahim dan pemukulan bedug oleh presiden yang didampingi Menteri Agama, Gubernur Jawa Timur, ketua Umum PBNU, Rois Am Jam’iyyah Thariqah dan Pengasuh Pesantren Al-Munawwariyah.  “Atas nama negara dan pemerintah, saya mengucapkan selamat bermuktamar, semoga bisa membawa kebaikan bagi umat Islam, bangsa dan dunia,” demikian disampaikan presiden SBY dalam sambutan pembukaan. Presiden SBY juga menyampaikan penghargaan atas pengabdian dan kontribusi Jam’iyyah Thariqah  kepada bangsa dan negara.

Menurutnya, kaum thariqah telah berjuang mengabdi kepada bangsa sejak era perjuangan, kemerdekaan, pembangunan hingga era reformasi. Presiden menyampaikan, dakwah yang teguh, jernih, substantif, mendidik, dan tanpa kekerasan yang dilakukan oleh kaum thariqat adalah yang paling tepat dalam rangka menciptakan Indonesia yang maju, adil dan makmur.

Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj, dalam sambutannya menyampaikan, kehadiran presiden mengunjukkan sangat hormat kepada para ulama ulama dengan setulus hati.  “Beliau adalah keluarga pesantren Termas, bahkan beliau dilahirkan di belakang pesantren. Ayah beliau aktif mengajar di pesantren,” katanya.

PBNU mengajak segenap elemen thatiqah untuk mendukung berbagai program yang dikalankan oleh pemerintah. Sudah saatnya kita dengan seluruh badan otonom mari bersatu bismillah bersama pemerintah mensukseskan program pembangunan yang dijalankan sekarang. Banyak yang telah dicapai, walaupun banyak kekurangan tantangan persoalan berat, yang justru kami warga nahdliyin berdoa semoga presiden mampu mengatasinya. Kita warga NU selalu optimis,” kata Said Aqil.

Sumber: Laman NUOnline