Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) sepakat menjagokan serta mendukung KH Said Aqil Siradj sebagai calon Ketua Tanfidziyah dan KH Mustofa Bisri Gus Mus sebagai calon Rais Aam PBNU pada Muktamar NU Agustus 2015 mendatang. Namun dukungan itu menurut Rais Syuriah KH Hasyim Muzadi, bukan jaminan akan terpilih kembali. ” Bagi saya itu (dukungan PKB) bukan segalanya atau menentukan NU.

Biasalah PKB ingin ” bermain” dalam muktamar,” ucap dia, kemarin. Sejumlah politikus PKB salah satunya Marwan Jafar mendukung kandidat incumbent KH Said Aqil Siradj atau Kang Said dan Gus Mus pada Muktamar Ke-33 NU di Jombang, 1-5 Agustus. ”

Kepengurusan NU saat ini yang digawangi Gus Mus dan Kiai Said Aqil Siradj sudah bagus, dan layak dilanjutkan di periode berikutnya,” kata Marwan dalam sebuah kesempatan. Hasyim menegaskan, sesuai aturan organisasi yang memiliki hak suara memilih adalah peserta muktamar (muktamanirin).

” Itu yang saya maksud dukungan PKB kepada incumbent bukan segalanya atau menentukan,” ujar Hasyim yang juga disebut sebut sebagai kandidat rais aam syuriah.

Dia sendiri mendukung keputusan sesepuh NU Jateng seperti KH Dzikron Abdillah dan KH Achmad yang merestui pencalonan Muhammad Adnan untuk maju sebagai ketua umum tanfidziyah PBNU. KH Dzikron merupakan Ketua Jamiyyah Ahli Thoriqoh Annahdliyyah (Jatman) NU Jateng dan KH Achmad menjabat Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) Jateng dan mantan ketua PWNU Jateng.

Dipaparkan Hasyim, ada alasan kuat mengapa keduanya mendukung pencalonan Adnan. Secara pengalaman, Adnan telah menjabat sebagai Ketua PWNU Jateng sebanyak dua kali. Karena itu, secara organisasi dan kepemimpinan tak perlu diragukan.

Kader NU di Kementerian Agama Bersikap Netral

Muktamar adalah forum permusyawaratan tertinggi di organisasi kemasyarakatan NU. Selain membahas hal-hal berkaitan dengan organisasi dan kebangsaan, muktamar juga menjadi ajang pemilihan pemimpin NU mendatang. Sejumlah nama telah muncul ke permukaan sebagai kandidat rais aam dan ketua umum PBNU.

Disebutkan ada KH Mustofa Bisri, KH Hasyim Muzadi, KH Said Aqil Siradj, KH Salahuddin Wahid dan mantan ketua PWNU Jateng Muhammad Adnan. Sementara politikus PPPyang sekarang menjabat Meteri Agama Lukman Hakim Syaifuddin memilih bersikap netral dan tidak terlibat dukung mendukung. ” Pemerintah tidak akan memasuki area atau wilayah yang bukan menjadi domainnya.

Muktamar itu miliknya NU.” Mengenai keberadaan sejumlah kepala kantor wilayah dan cabang Kementerian Agama di sejumlah daerah yang merupakan pimpinan NU setempat, Lukman memerintahkan kepada jajarannya tersebut bersikap netral. (SM)