Bagikan dan Rekomendasikan

Peran Dunia Islam Terhadap Muslim Brasil merupakan sambungan dari Islam dan Perkembangan Umat Muslim di Brasil bagian pertama serta Islam dan Perkembangan Umat Muslim di Brasil (2). Pada bagian ini akan mengupas tentang gambaran dukungan Dunia Islam terhadap saudara sesama Muslim di Brasil. Seperti kita tahu, bahwa penyebaran Islam di belahan penjuru dunia, tidak terlepas dari peran serta dan dukungan dari negara negara Muslim, termasuk dari Timur Tengah seperti Arab Saudi dan Mesir. Demikian juga yang terjadi di Brasil.

Imam Taqi Al Din menyatakan bahwa dukungan dari negara-negara Muslim terhadap minoritas Muslim di negara-negara non Muslim masih sangat jauh dariideal. Banyak konferensi dan lokakarya yang diselenggarakan khusus untuk mencari jalan keluar akan hal itu, namun, seperti dirasakan minoritas Muslim Brasil, dukungan yang lebih kongkrit masih belum cukup.

Imam Taqi Al Din  menyarankan, di setiap negara Muslim, sebaiknya ada departemen khusus yang serius memberikan perhatian kepada minoritas Muslim di yang tersebar di seluruh penjuru dunia, tak terkeculi untuk Brasil. Itu bisa berfungsi guna me membela hak-hak umat Islam dan untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan dasar mereka.

Pemerintah Arab Saudi pernah memberi banyak sumbangan dana guna pembangunan sejumlah Masjid. Pemerintah Arab Saudi melalui Organisasi Islam Internasional seperti Nadwatu Al Shabab Al Islamy (WAMY) dan Rabitatu Al Alam Al Islami juga berperan aktif dalam mengirimkan juru dakwah dan masih terus berlangsung hingga sekarang. Hanya untuk pemberian dana guna pembangunan Masjid, terhenti untuk beberapa tahun belakangan.

Pihak Universitas Al Azhar di Kairo Mesir sampai hari ini masih terus mengirimkan juru dakwah dan para ulamanya. 10 Ulama yang dikirim ke Brasil bahkan dikirim dengan akomodasi penuh ditanggung pihak Al Azhar. Ramadhan Tahun ini (tahun 2013), Kementerian Wakaf Mesir bahkan mengirimkan 24 ulama yang berperan sebagi juru dakwah. Hal itu merupakan salahsatu upaya yang sangat baik dan sangat diharapkan oleh minoritas Muslim Brasil, yang secara finansial jelas belum mampu menyediakannya.

Organisasi Kerjasama Islam (OKI) diharapkan oleh Imam Taqi Al Den memiliki komite/divisi/departemen khusus yang kinerjanya didedikasikan untuk meningkatkan hak-hak minoritas muslim, memberdayakan mereka dan komite ini harus melalui mekanisme yang jelas dan dalam koordinasi yang baik dan berkelanjutan dengan negara-negara Muslim. Dan sekarang, Muslim Brasil benar-benar melakukan upaya dor to dor guna mendapatkan kemudahan dan pembiayaan yang penuh untuk urusan perjalanan Haji.

Keterbukaan Brasil Tantangan bagi Muslim

Dalam beberapa kasus di Amerika Serikat dan Eropa, siklus asimilasi imigran Muslim yang datang dengan nilai-nilai agama yang kuat, cenderung kehilangan identitas aslinya karena proses asimilasi itu sendiri. Hal semacam itu juga terjadi di Brasil. Proses ini terjadi karena selektifitas yang longgar dalam perjumpaan multi budaya dalam kehidupan sehar-hari. Imigran Muslim di Brasil sebagian juga mengalami apa yang disebut dengan “asimilasi negatif”.

Imam Taqi al- Den pernah melakukan sebuab penelitian yang komprehensif terhadap keluarga Muslim Brasil. Penelitian menyimpulkan bahwa tantangan utama Keluarga Muslim Brasil adalah dekadensi moral, mengingat Brasil merupakan salah satu negara yang sangat terbuka dan hampir semua budaya dan tradisi dari luar ditemukan di Brasil. Bahkan ajaran Syariat Islam pun diterima.

Keterbukaan dan kebebasan yang dianut negara Brasil merupakan tantangan bagi keluarga Muslim. Usaha dan kerja keras perlu ditempuh guna menjelaskan apa saja yang dihalalkan dan diharamkan oleh Islam. Salah satu indikasi bahwa kebebasan itu sudah mempengaruhi keluarga Muslim adalah fenomena menyeberangnya anggota keluarga Muslimdan beralih memeluk agama non-Islam. Memang jumlah mereka tidak banyak tapi, tetap saja mengkhawatirkan.

Secara umum, asimilasi terus berjalan. Di satu sisi berjalan ke arah negatif, dan ini diupayakan sungguh-sungguh agar tidak menyebar luas. Di satusisi berjalan ke arah positif, dan tren ini semakin menguat di Brasil di mana nilai-nilai Islam tetap tertanam dalam lingkungan budaya Brasil yang heterogen.

Organisasi Keislaman Brasil Menguat

Bersamaan dengan perkembangan Islam dan Umat Muslim, di Brasil juga berkembang organisasiorganisaki keislaman yang lebih kuat. Sebelumnya, organisasi keislaman didirikan oleh perorangan, namun sejak tahun 2005, diprakarsai dan didirikan secara kolektif. Orientasi ini ditempuh untuk menjadikan organisasi Islam lebih profesional. Pembagian tugas  dan fungsi dalam organisasi tersebut dijalankan sesuai dengan prinsip Islam dan memiliki visi yang jelas di masa depan.

Organisasi yang didirikan oleh masyarakat sipil Muslim Brasil itu memanfaatkan metodologi pemikiran yang lebih baru, memanfaatkan tenaga muslim berpendidikan cukup, visi yang prospektif dan perspektif baru pengembangan dan perluasan Islam di Brasil.

Imam Taqi Al Den sangat optimis dengan perkembangan organisasi masayakat Sipil Muslim di Brasil. Ke depan akan berkembang lebih baik. Visi sosial dan politik akan muncul mengiringinya, dan ini merupakan langkah integrasi yang sangat positif ke dalam kultur Brasil. Dengan begitu, Muslim Brasil  akan belajar bagaimana meningkatkan efisiensi organisasi masyarakat sipil. Dan yang menarik, organisasi Islam semacam Federasi Asosiasi Islam tengah menyiapkan langkah-langkah bagaimana untuk memanfaatkan event Piala Dunia yang akan diselenggarakan di Brazil pada tahun 2014 untuk menyebarkan Islam.

Salah satu identitas Muslim Brasil adalah lembaga pendidikan dan sekolah-sekolah Islam. Taqi al Din menyatakan bahwa di Sao Paolo ada empat sekolah Islam  dengan sistem full day school. Di Sao Paolojuga ada sekolah yang khusus mengajarakan bahasa Arab satu jam setelah sekolah ataudi akhir pekan. Kondisi ini jauh dari cukup tentunya. Di akui meski banyak  organisasi Muslim yang siapo membantu pengembangan sekolah, namun masih kekurangan tenaga pengajar dan staf administrasi di sekolah-sekolah.

Federasi Asosiasi Muslim dan Dewan Tertinggi untuk Imam dan Urusan Islam merupakan dua organisasi Islam terkuat di Brasil. Federasi memiliki banyak data organisasi masyarakat sipil muslim yang terdaftar dengan baik. Dua organisasi ini — Federasi Asosiasi Muslim dan Dewan Tertinggi untuk Imam dan Urusan Islam – adalah Sunni, menganut faham Islam Ahlussunnah Wal Jamaah. Komunitas Muslim Si’ah hanya 1 persen di Brasil, namun mereka memiliki pengaruh yang kuat karena dukungan dari luar negeri (Iran, khususnya). Artikel Muslim in Sao Paolo menggambarkan peta perkembangan Muslim Sunni dan Syi’ah di Brasil.

Kebebasan yang dianut Brasil tidak serta merta melahirkan sikap dan kebijakan diskriminatif yang diperlihatkan oleh pemerintah Brasil. Hal itu juga dirasakan oleh Muslim Brasil. Ada satu faktor sejarah yang sangat mendukung hal itu, semisal ketiadaan peran Brasil dalam sejarah peperangan melawan dunia Islam, juga tidak ada aroma warisan “Perang Salib” di Brasil.

12 Mei Hari Perayaan Kehadiran Muslim Brasil

Brasil menganut sistem hukum yang mengatur kewarganegaraan tanpa memandang ras atau agama, dengan demikian, semua hak-hak politik dan hukum warganya dilindungi. Pemerintah Federal Sao Paolo bahkan memberikan penghormatan bagi Muslim di sana untuk merayakan hari kehadiran Muslim pada tanggal 12 Mei setiap tahunnya.

Pada setiap tanggal 25 Maret diperingatisebagai hari di mana untuk pertama kalinya Imigran Arab menginjakkan kakinya di Brasil. Orang-orang Arab memainkan peran penting dalam membangun perekonomian Brasil  dengan peran mereka yang mendominasi industri tenun Brasil.

Foto Masjid: Wikipedia.