Bagikan dan Rekomendasikan

Pemberangkatan Jama’ah Haji KBIH NU Cilacap 18 & 19 September 2014. Jamaah haji di bawah bimbingan KBIH NU Cilacap direncanakan berangkat tanggal 18 dan 19 September 2014 dari Cilacap. Seluruh jamaah haji dari Cilacap terbagi menjadi empat kelompok terbang (kloter), yaitu kloter 48, 49, 50, dan 51. Jamaah haji dari KBIH NU, kata KH. Mukhlisuddin, B.A., S.H. masuk dalam dua kloter, yaitu kloter 49 dan 50 yang semua jamaahnya dari Cilacap.

“Kloter 49 semua dari KBIH NU, kecuali sekitar 12 orang karena untuk memenuhi jumlah penumpang. Sedangkan kloter 50 yang terdiri dari 9 rombongan, 5 rombongan sekitar 210 orang dari KBIH NU, yaitu dari distrik kota Cilacap dan distrik Kesugihan. Sedangkan 4 rombangan dari KBIH lain,” ujar Sekretaris KBIH NU Kabupaten Cilacap (KBIH Terbesar di Indonesia) – KH. Mukhlisuddin, B.A., S.H., Sabtu, (16/8/2014) di Kantor PCNU – Kalisabuk, Cilacap.

Dijelaskan Mukhlis yang ikut mendampingi kloter 50, keberangkatan jamaah haji dari Cilacap kloter 49 diperkirakan berangkat tanggal 18 September sekitar pukul 22.00, 19 September masuk Donohudan pukul 07.00. Terbang menuju Jeddah 19 September pukul 14.05 turun di Bandara King Abdul Aziz. Sedangkan Tim Pembimbing Ibadah Haji Indonesia (TPIHI) adalah KH. Habiburrohman (Wakil Ketua KBIH NU Cilacap). Sedangklan dari KBIH NU yang sekaligus menjadi ketua TPIHI Kabupaten Cilacap, KH. Maslakhuddin. Sedangkan pemondokan (maktab) kloter 49 di Makkah bertempat di Misfalah (1 – 2 km – tempat relatif datar) ke Masjidil Haram. Kloter 49 direncanakan kembali ke tanah air 28 Oktober 2014 pukul 09.15 sampai di Donohudan, Solo 29 Oktober 01.55.

Untuk kloter 50 direncanakan berangkat dari Cilacap tanggal 19 dini hari, sekitar pukul 01.00 sampai di asrama Donohudan pukul 10.00. Ketua kloter 50 ialah Istiar Walidi, sedangkan TPIHI – Drs. Hamid Alwi, M.Ag. (kepala MAN Majenang). Tempat pemondokan (maktab) di Makkah adalah di Jarwal (+ 1,3 – 2 km dari Masjidil Haram, tempat agak naik turun). Pembimbing dari KBIH – Drs. Imam Mudaris, KH. Mukhlisuddin, S.H. Kloter 50 pulang ke tanah air tanggal 28 Oktober 2014 pukul 17.10 waktu arab Saudi sampai di Donohudan sekitar pukul 09.30.

Sedangkan kopor pembagian dari pemerintah pada saat ini sudah ada di Kemenag akan dibagiakan kepada jamaah melalui KBIH. Untuk yang di kota, bisa langsung mengambil melalui KBIH, sedangkan untuk luar kota diambil di Distrik KBIH. Kopor besar harus diserahkan paling lambat tiga hari sebelum keberangkatan ke distrik masing-masing, bagi yang di kota bisa langsung ke Kemenag. Perjalanan dari Donohudan ke King Abdul Aziz sekitar 9 jam. Untuk Gelombang II, pakaian ihrom dikenakan sejak berangkat/naik dari Donohudan, sedangkan niat ihrom di atas Qornul Manazil sekitar satu jam sebelum landing.

“KBIH NU sejak tahun 2003 mengambil miqot dari Qornul Manazil sesuai kesepakatan para ulama yang tidak ada khilaf. Kalo dari Jeddah/Bandara King Abdul Aziz masih ada yang tidak setuju/sepaham, masih ada khilaf” ujar ketua NU Kab. Cilacap KH. Maslakhuddin.

Kegiatan yang akan dilakukan di Maktab, menurut kesepakatan para pembimbing dari KBIH NU – KH Maslakhuddin, Drs. KH Imam Mudaris, dan KH. Mukhlisuddin (setiap hari Selasa dan Sabtu untuk Kloter 49, dan hari Rabu dan Minggu untuk kloter 50) diadakan pengajian sesuai dengan kondisi untuk mengevaluasi, membahas serba-serbi umroh dan haji, serta hal-hal lain yang perlu disampaikan. Untuk malam Jumat pembacaan surat Yasin dan Tahlil yang bertempat di maktab masing-masing.

Mengenai konsumsi jamaah haji selama di Makkah sekitar 30 hari, 5 hari dijatah oleh pemerintah dan sekitar 25 hari ditanggung sendiri-sendiri. Sedangkan selama di Madinah ditanggung oleh pemerintah, yaitu makan siang dan malam.
Sementara dam (kifarat/denda) ada dua macam, yaitu dam nusuk (karena mengerjakan haji tamattu atau qiron – bukan karena melakukan pelanggaran) dan dam karena pelanggaran ditanggung oleh masing-masing jamaah yang kena dam/melanggar. Sedangkan untuk badal haji atau haji badal akan dilaksanakan oleh orang-orang tertentu yang sudah dihubungi untuk membatu oleh KBIH NU Cilacap. Untuk itu kepada jamaah yang akan membadalkan orang tua atau keluarganya diminta agar melaporkan kepada pengurus KBIH NU yang mendampingi.***** (LTNNU – fuad aljihad)