Mabadi Khaira Ummah: adalah gerakan pembentukan identitas dan karakter warga NU, melalui upaya penanaman nilai-nilai luhur yang digali dari paham keagamaan NU. Kongres NU XIII tahun 1935 telah membuat kesimpulan bahwa kendala utama yang menghambat kemampuan umat untuk melaksanakan amar makruf nahi munkar dan menegakkan ajaran agama adalah kemiskinan dan lemahnya posisi ekonomi mereka. Kendala ini membuat mereka tidak mampu berdiri tegak memikul tugas ‘khaira ummah’ (umat unggul). Kongres itu kemudian memberi mandat kepada Pimpinan NU untuk mengadakan gerakan pembangunan ekonomi (economische mobilisatie) di kalangan warga NU. Para pemimpin NU yang diberi mandat itu melihat bahwa akar kegagalan umat dalam mengembangkan kekuatan sosial-ekonomi mereka terletak pada faktor, terutama sikap mental yang mendasari cara bergaul dan berkiprah di tengah masyarakat dan dunia usaha. Ajaran-ajaran agama dari teladan Rasulullah SAW banyak dilupakan, sehingga umat kehilangan ketangguhannya.
Selanjutnya » »
Perlu Komitmen Kuat Membangun Koperasi. Keberhasilan koperasi ditentukan beragam faktor penting. Di antaranya, permodalan, mediasi terkait dengan networking dan penguatan kapasitas insan koperasi juga sangat menentukan. hal itu pernah dikemukakan oleh Ketua PP Muslimat NU Hj. Khofifah Indar Parawansa. Pengurus Koperasi NU Cilacap, Joko Priyono SH., juga sangat menyadari hal tersebut. “Tanpa Komitmen dari semua pengurus NU, Koperasi NU mustahil dijalankan. Sebagai Pengurus Koperasi, Kami hanya menjalankan tugas dan kewajiban yang diamanatkan oleh anggota,” katanya saat memaparkan rencana Rapat Anggota Tahunan (RAT) ke-1 Koperasi NU Cilacap. Berikut ini OPINI tentang Perlunya Komitmen Yang Kuat dalam Membangun Koperasi
Selanjutnya » »
Wilayah Eks Kotip Cilacap akan menjadi tuan rumah Konferensi Cabang Nahdlatul Ulama (Konfercab NU) Kabupaten Cilacap yang akan digelar di akhir tahun 2012 ini. Demikian antara lain Rekomendasi bidang Organisasi dalam Muskercab NU ke-2 yang digelar di Gedung MAN Cilacap (11/4). Wilayah eks Kotip Cilacap dimaksud meliputi MWCNU Cilacap Selatan, MWCNU Cilacap Tengah, MWCNU Cilacap Utara, MWCNU Jeruklegi. Peserta Muskercab mengajukan beberapa pilihan tempat; antara lain Pondok Pesantren Al Ihya Ulumaddin Kebon Baru, Pondok Pesantren Roudhotul Qur’an dan Gedung SMK Makmur. Adapun waktu penyelenggaraannya masih harus menunggu proses persiapan lebih lanjut.
Selanjutnya » »
PCNU Se Jawa Timur Miliki Website. Pengurus Pusat (PP) Lajnah Ta’lif Wan Nasyr Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LTN NU), Ahad (4/3), menyerahkan bantuan website resmi NU kepada 43 Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) se Jawa Timur di Yayasan Bani Hasyim lantai III, Singosari Malang. Penyerahan bantuan website resmi tersebut diberikan pada rapat koordinasi LTN NU Se Jawa Timur yang dihadiri puluhan pengurus cabang LTN NU. Penyerahan website tersebut yang ditandai dengan pemencetan website NU Malang oleh Wakil Ketua Umum PBNU H As’ad Said Ali, disaksikan Sekretaris Jenderal PBNU H Marsudi Syuhud, Wakil Sekretaris Jenderal PBNU Abdul Mun’im DZ, Ketua Dewan Pembina Masjidul ‘Ilm KH Aji Said Abas, pengurus PCNU Malang dan peserta rapat.
Selanjutnya » »
In Memoriam: KH Abdullah Faqih (82), pengasuh Pesantren Langitan, Widang, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, telah pergi meninggalkan ribuan santri dan pengagumnya pada Rabu (29/2) pukul 19.00 WIB. Di kalangan NU KH Abdullah Faqih masuk kategori kiai khos atau kiai utama. Ada syarat tertentu sebelum seorang kiai masuk kategori khos. Antara lain, mereka harus mempunyai wawasan dan kemampuan ilmu agama yang luas, memiliki laku atau daya spiritual yang tinggi, mampu mengeluarkan kalimat hikmah atau anjuran moral yang dipatuhi, dan jauh dari keinginan-keinginan duniawi. Ulama yang akrab disapa Kiai Faqih ini merupakan salah satu guru spiritual mantan Presiden Abdurrahman Wahid alias Gus Dur. Kiai Faqih juga kerap jadi rujukan utama di kalangan Nahdliyin, terutama menyangkut kepentingan publik.
Selanjutnya » »
|
|
AGENDA KEGIATAN
|
KOMENTAR