RENCANA STRATEGIS PP LAKPESDAM NU 2010-2015

A. SEJARAH DAN DASAR LEGITIMASI  LAKPESDAM NU

Dalam Musyawarah Nasional Alim Ulama di Situbondo Jawa Timur pada tahun 1983, muncul pesan penting, yaitu: (1) bagaimana mengembalikan peran NU kembali pada Khittah 1926; dan (2) bagaimana mengarahkan peran dan program NU pada usaha pengembangan masyarakat, khususnya warga NU, bukan kepada partai politik.

Pada muktamar NU ke 27 1984 di Situbondo gagasan kembali pada Khittah mendapat penegasannya. Ketua Umum Tanfidziyyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) terpilih, KH. Abdurahman Wahid (Gus Dur), langsung menyiapkan tim untuk merumuskan konsep Pengembangan Sumber Daya Manusia (PSDM). Konsep PSDM merupakan penjabaran dari konsep atau ajaran Ahlusunnah Wal Jamaah, Khittah NU dan Mabadi Khaira Ummah. Ketiga ajaran tersebut adalah pilar NU. Diharapkan Pengembangan Sumber Daya Manusia (PSDM)-NU menjadi pilar keempat yang mencakup acuan untuk mengaktualisasikan muatan-muatan yang terkandung dalam ketiga pilar sebelumnya.

B. MANDAT DAN FUNGSI

Berdasarkan pada Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga serta hasil Mu’tamar  Nahdlatul Ulama 2010, Mandat PP Lakpesdam NU adalah “Menyelenggarakan program kajian, pendidikan dan pengembangan SDM dalam rangka meningkatkan khidmah kepada warga NU”.

PP Lakpesdam NU memiliki Dua Fungsi Utama, yaitu:
1.  Sebagai perangkat kajian dan upaya rintisan untuk pengembangan peran strategis organisasi NU  dalam bermasyarakat dan bernegara.
2.  Sebagai penggerak dan dinamisator dalam penyusunan pola-pola pengembangan SDM di lingkungan NU.

C. VISI DAN MISI

Visi:  Sebagai pusat kajian dan pengembangan SDM NU untuk mewujudkan organisasi yang peka, kritis, amanah, terhubung dengan masyarakat, serta bermanfaat bagi bangsa dan negara.

Misi:
1.  Melakukan kajian-kajian strategis untuk meningkatkan peran organisasi NU dalam merespon dinamika masyarakat
2.  Menggerakkan SDM NU agar lebih dinamis untuk merespon kebutuhan dan kepentingan masyarakat.

D. TUJUAN
1.  Meningkatkan kemampuan warga nahdliyin khususnya dalam merespon ketidak adilan terkait dengan isu pengurangan kemiskinan, kekerasan dan konflik sosial
2.  Meningkatkan peran organisasi NU dalam memberikan kontribusi atas upaya menjawab berkembangnya paham keagamaan yang bertentangan dengan prinsip kemajemukan warga bangsa.
3.  Meningkatkan kemampuan pengurus dan kader NU dalam menggerakkan warga Nahdliyin untuk mencapai tujuan  sebagai jam’iaya maupun jamaah NU.

E. NILAI, PRINSIP, DAN ASAS KERJA

Lakpesdam memegang teguh nilai-nilai keadilan (al-‘Adalah), kesetaraan (al-Musawah),  moderat (al-Tawasuth), keseimbangan (al-Tawazun), toleransi (al-Tasamuh) sesuai dengan ajaran Ahlussunnah Wal Jama’ah.

Lakpesdam juga memegang teguh prinsip-prinsip kejujuran (as-Shidqu),  dapat dipercaya (al-Amanah), saling tolong (at-Ta’awun), dan konsisten dalam memegang agama Allah (al-Istiqomah) sesuai dengan prinsip Mabadi Khaira Ummah

Asas kerja yang dipedomani PP Lakpesdam adalah:
1.  Konsisten dalam prinsip.
2.  Keadilan dan kerakyatan dalam orientasi.
3.  Ilmiah dalam pemecahan masalah.
4.  Demokratis dalam pengambilan keputusan.
5.  Realistis dalam perencanaan.
6.  Manusiawi dalam ucapan dan tindakan.
7.  Profesional dalam kerja.
8.  Terbuka dalam manajemen.
9.  Kolegialitas dalam semangat.

F.  ANALISA SITUASI

Situasi Eksternal
Lakpesdam adalah task force Nahdlatul Ulama (NU) untuk pengkajian dan pengembangan sumberdaya manusia. Lakpesdam memiliki tugas untuk: (1)  membuat kajian untuk mengkampanyekan pandangan keagamaan yang moderat, toleran, dan berkeadilan; serta (2) memperkuat kapasitas sumber daya manusia warga Nahdliyyin di tengah-tengah dinamika kehidupan berbangsa dan bernegara pada tingkat lokal sampai global.

Terkait dengan tugas-tugas tersebut, terdapat beberapa situasi di luar keorganisasian NU dan Lakpesdam NU yang perlu dipertimbangkan untuk periode 5 tahun mendatang:

1)  Tema-tema Hak Asasi Manusia, Lingkungan Hidup, Demokrasi Lokal, tata kelola Pemerintahan yang Baik, Anti Korupsi, dan isu Pro Gender masih akan tetap kuat, baik di level lokal, nasional, hingga internastional. Isu Perubahan Iklim dan Evaluasi untuk Memperkuat Capaian MDGs (Millenium Development Goals) juga masih menjadi isu menarik. Hal ini memberikan peluang yang besar bagi kiprah Lakpesdam NU yang memiliki komitmen terhadap penguatan tema-tema tersebut.
2)  Pada sisi yang lain, isu terorisme dan kekerasan berbasis agama masih berkembang. Hal ini sekaligus menjadi tantangan bagi Lakpesdam untuk berperan lebih optimal dalam mencegah berkembangnya isu tersebut, terutama sebagai bagian dari upaya penguatan wacana keislaman yang moderat dan penguatan warga nahdliyin  sampai ke basis
3)  Kondisi politik dalam negeri yang berkembang, antara lain: a) Pemilihan Presiden/Wakil Presiden dan Legislatif Nasional/Daerah pada tahun 2014; b) Revisi UU 32 tentang Otonomi Daerah; c) Revisi UU Politik; d) Masih lemahnya peran negara dalam pelayanan publik; e) Akan disahkan aturan-aturan  operasional UU Pelayanan Publik dan UU Kebebasan Memperoleh Informasi Publik; dan f) Indeks korupsi masih sangat tinggi.
4)  Kondisi masyarakat secara umum masih sangat memprihatinkan. Di antaranya: a) Angka dan keadaan kemiskinan yang tidak membaik secara signifikan; b) Indeks Pembangunan Manusia masih rendah dari sisi pendidikan, kesehatan, dan tingkat daya beli; dan c) Capaian MDGs yang dikhawatirkan tidak tercapai terutama dalam pengurangan angka kematian ibu dan anak, serta menyangkut kesehatan reproduksi.
5)  Para akademisi yang melakukan studi tentang NU semakin menurun. Hal ini terutama disebabkan kecenderungan politik praktis yang terjadi di kalangan para elit NU.

Situasi Internal
Terkait dengan situasi internal NU dan Lakpesdam NU, beberapa hal yang bisa dipetakan antara lain:

1)  Lakpesdam NU memiliki kejelasan ideologis, menganut pandangan Islam yang moderat, inklusif, toleran, mendorong keadilan, dan menghargai keragaman. Dalam menjalankan pandangan tersebut, Lakpesdam memiliki pengalaman kerja yang cukup lama, area cakupan geografis yang luas (nasional dan daerah), jaringan kerja dari level daerah sampai internasional, memiliki sumber daya manusia dengan latar belakang yang beragam, serta memiliki standar manajemen dan sistem keorganisasian yang jelas.
2)  NU memiliki sumberdaya manusia yang semakin berkualitas. Selain para sarjana agama, juga makin banyak sarjana umum lulusan dalam dan luar negeri yang telah menyelesaikan program master dan doktoral. Mereka memiliki latar belakang studi yang beragam, dari sosial humaniora, politik, ekonomi, dan bidang lain seperti pertanian dan perikanan yang langsung terkait dengan profesi sebagian besar warga NU. Selain pengetahuan, mereka juga memiliki jaringan nasional dan internasional yang berpotensi bagi kerja-kerja NU dan Nahdliyyin. Namun, sebagai gerakan sosial, NU dan Lakpesdam NU belum bisa mengkonsolidasi kelembagaan, gagasan, dan sumber daya yang beragam tersebut.

G.  RUMUSAN MASALAH STRATEGIS

1)  Posisi tawar masyarakat masih rendah dalam merespon isu-isu pemiskinan, ketidakadilan, peminggiran, dan konflik sosial.
2)  Munculnya fenomena paham-paham keberagamaan yang eksklusif dan tidak sesuai dengan prinsip-prinsip penghargaan terhadap keberagaman.
3)  Keterbatasan SDM yang mampu merespon dinamika sosial-politik, ekonomi, dan budaya secara cepat, kreatif, dan inovatif
4)  Kapasitas fungsional Lakpesdam masih lemah dalam memperluas jangkauan program dan kelompok dampingan

H.  STRATEGI

Strategi I :
Pendidikan Politik dan Fasilitasi Advokasi Kebijakan Publik untuk meningkatkan posisi tawar  masyarakat dalam  merespon isu-isu pemiskinan, ketidakadilan, peminggiran, dan konflik sosial.

Strategi II :
Melakukan kajian dan riset strategis terkait dengan peran organisasi NU untuk merespon fenomena paham-paham keberagamaan yang eksklusif dan tidak sesuai dengan prinsip-prinsip penghargaan terhadap keberagaman.

Strategi III :
Peningkatan Kapasitas SDM Kader untuk memperkuat sumber daya manusia yang mampu merespon secara cepat, kreatif, dan inovatif sesuai dengan dinamika sosial-politik, ekonomi, dan budaya.

Strategi IV :
Penguatan Kelembagaan Lakpesdam untuk meningkatkan kapasitas fungsional Lakpesdam dalam memperluas jangkauan program dan kelompok dampingan.

 

STRATEGI, TUJUAN, AREA PROGRAM DAN HASIL YANG INGIN DICAPAI

STRATEGI  I :
Pendidikan Politik dan Fasilitasi Advokasi Kebijakan Publik untuk meningkatkan posisi tawar  masyarakat dalam  merespon isu-isu pemiskinan, ketidakadilan, peminggiran, dan konflik sosial.

Tujuan :
1)  Meningkatkan kesadaran politik masyarakat
2)  Meningkatkan kapasitas masyarakat untuk terlibat dalam proses-proses pengambilan keputusan kebijakan publik
3)  Mengembangkan model-model  demokrasi deliberatif
4)  Meningkatkan jaringan kerja dengan stakeholder.

Area Program :
1)  Kajian kritis dan monitoring terhadap kebijakan dan pelayanan publik.
2)  Pendidikan kewarganegaraan dan kebangsaan
3)  Fasilitasi dan inisiasi kegiatan-kegiatan rintisan demokrasi deliberatif
4)  Pengembangan kerjasama tanggung jawab sosial perusahaan (Corporate Social Responsibility/ CSR) stakeholder lain untuk pemberdayaan masyarakat.

Hasil Yang di Capai
1)  Terbentuk sistem kajian dan monitoring implementasi kebijakan dan pelayanan publik di tingkat lokal dan nasional
2)  Terbangun gerakan bagi partisipasi masyarakat dalam proses pengambilan keputusan pembuatan kebijakan publik serta pemantauan implementasinya.
3)  Terbentuk  model-model fasilitasi dan inisiasi kegiatan rintisan demokrasi deliberatif
4)  Terbangun kerjasama strategis dengan perusahaan-perusahaan (program CSR) dan stakeholder lain  untuk dukungan program pemberdayaan  dan pendidikan politik warga

Strategi II  :
Melakukan kajian dan riset strategis terkait dengan peran organisasi NU untuk merespon fenomena paham-paham keberagamaan yang eksklusif dan tidak sesuai dengan prinsip-prinsip penghargaan terhadap keberagaman

Tujuan :
Meningkatkan kapasitas kelembagaan NU sehingga bisa memberikan kontribusi yang bermakna untuk perkembangan bangsa yang damai, toleran, dan berkeadilan.

Area Program :
1)  Kajian strategis isu-isu keagamaan, kebudayaan, dan kebangsaan
2)  Fasilitasi  Advokasi Kebijakan Strategis
3)  Dokumentasi, diseminasi dan publikasi paham-paham keagamaan yang toleran dan inklusif

Hasil Yang  diCapai
1)  Tersosialisasikan wacana yang menyangkut isu-isu keagamaan, kebudayaan, dan kebangsaan yang menghormati keberagaman.
2)  Tersusun  rencana aksi untuk advokasi kebijakan strategis di tingkat lokal dan nasional.
3)  Terwujud media dan atau sistem informasi manajemen untuk mempromosikan paham-paham keagamaan yang toleran dan inklusif

Strategi III :
Peningkatan Kapasitas SDM Kader untuk menguatkan sumber daya manusia yang mampu merespon secara cepat, kreatif, dan inovatif  dinamika sosial-politik, ekonomi, dan budaya.

Tujuan :
Memperbanyak Sumber Daya Manusia sebagai aktor perubahan untuk merespon tantangan organisasi dan dinamika sosial-politik, ekonomi, dan budaya

Area Program :
1)  Pendidikan Kader
2)  Mengembangkan pusat sumber daya (Pool of Resources)

Hasil Yang dicapai
1)  Terlaksana strategi dan mekanisme peningkatan kapasitas pengurus dalam mengelola organsiasi
2)  Terlselenggara  stretegi dan mekanisme peningkatan kapasitas  kader NU secara sistematis dan berkelanjutan yang meliputi kader ulama muda , kader penggerak warga tingkat basis, fasilitator dan kader khusus
3)  Terbentuk model pusat sumber daya (pool of resources) di tingkat lokal dan nasional

Strategi IV :
Penguatan Kelembagaan Lakpesdam untuk meningkatkan kapasitas fungsional Lakpesdam dalam memperluas jangkauan program dan kelompok dampingan.

Tujuan :
Meningkatkan kinerja organisasi, program dan keuangan

Area Program :
1)  Pegembangan Pusat Data dan Diseminasi Informasi
2)  Peningkatan kapasitas staff
3)  Perbaikan sistem organisasi
4)  Konsolidasi internal
5)  Pengembangan Jaringan Kerja

Hasil Yang diCapai
1)  Terbangun Pusat Data dan Diseminasi Informasi di tingkat PP Lakpesdam
2)  Meningkatnya kemampuan Lakpesdam dalam mengelola organisasi, SDM dan melakukan kerja-kerja lapangan bersama masyarakat.
3)  Terbangun jaringan sinergis dengan stakeholders potensial untuk melaksanakan visi, misi dan rencana strategis organisasi Lakpesdam

 

 

p