MWCNU Cilacap Selatan Intensifkan Amaliyah Nahdliyyah

Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Cilacap Selatan semakin Intensifkan Pelaksanaan Amaliyah Nahdliyyah (amaliyah khas warga NU) dari Masjid ke Masjid, dari Musholla ke Musholla yang berada di wilayah Kecamatan Cilacap Selatan. Hal ini dilakukan guna membendung gempuran misi paham dari sekelompok Islam baru yang semakin meluas, yang di belakangnya kadang tercium misi yang ujung-ujungnya menguasai masjid dan musholla. Hal tersebut disampaikan RB. Ridwan, ketua MWCNU Cilacap Selatan, saat kegiatan rutin bacaan surat yaasiin plus tahlil di masjid Baitussalam Komplek Perumahan Taman Gading – Cilacap (23/02).

Hadir dalam kegiatan tersebut Camat Cilacap Selatan Drs. H. Yuni Kustowo, MSi, Kapolsek Cilacap Selatan AKP Yudi Parwata, Danramil 01 Cilacap Kapten Inf. Hariyanto, Jajaran Pengurus MWCNU Cilacap Selatan dan seluruh jamaah terkait. Lebih lanjut, RB Ridwan mengatakan; sudah menjadi perbincangan publik bahwa amaliyah rutin yang dilakukan oleh masyarakat luas, utamanya warga NU, baik di perkotaan atau di desa-desa seperti pengajian rutin, bacaan surat yaasiin, tahlil, peringatan hari besai islam seperti maulid, rajabiyah dan sebagainya seringkali dipermasalahkan oleh sebagian kelompok atau segelintir orang yang mengusung tata nilai Islam dengan pandangan mereka sendiri.

Tidak perlu ditutup-tutupi nilai-nilai yang dari dulu sampai kini masih menjadi kegiatan rutin masyarakat kita seringkali diusik oleh sekelompok atau segelintir orang yang selalu mengatakan ibadah harus bersih dan jauhkan dari sesuatu yang berwujud bid’ah, syirik, dosa dan hal-hal lain yang bertentangan dengan agama, tetapi ujung-ujungnya mereka mempunyai maksud yang sangat tidak elegant dan tanpa menghiraukan nilai yang telah ada pada tatanan kehidupan masyarakat setempat dengan cara untuk menguasai masjid, musholla, surau tanpa melihat keberadaan pengurus tempat ibadah setempat kemudian secara perlahan ingin menghapus amaliyah rutin yang telah dilakukan oleh masyarakat di lingkungan tempat ibadah tersebut berada, ini yang harus diwaspadai dan diantisipasi”, jelas Ridwan.

Semua yang hadir bertekad dan sepakat untuk terus melakukan kegiatan yang selama ini menjadi ciri khas kalangan para ulama generasi penerus Rasulullah, sebab mengandung beribu-ribu nilai manfaat yang ada dari kegiatan dimaksud, walaupun ada rintangan yang berkeinginan untuk menghapus kegiatan tersebut, dengan semangat kebersamaan, tidak akan pernah goyah oleh berbagai macam cara pihak luar yang kurang merespon kegiatan yang penuh dengan keberkahan. Selagi kita berpegang teguh terhadap apa yang telah disampaikan oleh para ulama, apapun bentuk hambatan Insyaallah akan teratasi dengan tetap mengedepankan nilai-nilai akhlaqul karimah. (R. Bastuti Ridwan, Ketua MWCNU Cilacap Selatan).

Speak Your Mind

*