Bagikan dan Rekomendasikan

Bagaimana Cara Meredam Marah. Meredam Marah Dengan Membaca Ta’awudz, Berwudlu dan Bersujud. Sikap, Perilaku, Perkataan dan Perbuatan Marah harus dihindari selama menjalankan Puasa Ramadhan. Rasulullah SAW memberikan beberapa teladan dalam hal Meredam Atau Mengendalikan Kemarahan. Marah dan emosi adalah tabiat manusia. Kita tidak dilarang marah, namun diperintahkan untuk mengendalikannya agar tidak sampai menimbulkan efek negatif. Dalam riwayat Abu Hurairah dikatakan “Orang yang kuat tidaklah yang kuat dalam bergulat, namun mereka yang bisa mengendalikan dirinya (H.R. Malik).

Menahan marah bukan pekerjaan gampang, sangat sulit untuk melakukannya. Ketika ada orang bikin gara-gara yang memancing emosi kita, barangkali darah kita langsung naik ke ubun-ubun, tangan sudah gemetar mau memukul, sumpah serapah sudah berada di ujung lidah tinggal menumpahkan saja, tapi jika saat itu kita mampu menahannya, maka bersyukurlah, karena-kita-termasuk-orang-yang-kuat.

Dalam riwayat Abu Said al-Khudri Rasulullah s.a.w. bersabda :

إِنَّ خَيْرَ الرِّجَالِ مَنْ كَانَ بَطِيءَ الْغَضَبِ سَرِيعَ الرِّضَا وَشَرِّ الرِّجَالِ مَنْ كَانَ سَرِيعَ الْغَضَبِ بَطِيءَ الرِّضَا

“Sebaik-baik orang adalah yang tidak mudah marah dan cepat meridlai, sedangkan seburuk-buruk orang adalah yang cepat marah dan lambat meridlai” (H.R. Ahmad).

Cara-Cara Meredam Atau Mengendalikan Kemarahan:

Pertama, membaca Ta’awwudz. Rasulullah bersabda;

فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنِّي لَأَعْلَمُ كَلِمَةً لَوْ قَالَهَا لَذَهَبَ عَنْهُ مَا يَجِدُ لَوْ قَالَ أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ

 “Ada kalimat kalau diucapkan niscaya akan hilang kemarahan seseorang, yaitu “A’uudzu billah mina-syaithaani-r-rajiim” “Aku berlindung kepada Allah dari godaan syaitan yang terkutuk”(H.R.Bukhari.Muslim).

Kedua, Berwudlu. Rasulullah bersabda :

قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ الْغَضَبَ مِنَ الشَّيْطَانِ وَإِنَّ الشَّيْطَانَ خُلِقَ مِنَ النَّارِ وَإِنَّمَا تُطْفَأُ النَّارُ بِالْمَاءِ فَإِذَا غَضِبَ أَحَدُكُمْ فَلْيَتَوَضَّأْ

“Kemarahan itu itu dari syetan, sedangkan syetan tercipta dari api, api     hanya bisa padam dengan air, maka kalau kalian marah-berwudlulah”(H.R.Ahmad, Abu-Dawud).

Ketiga, Duduk. Dalam sebuah hadist: dikatakan:

                                            
إِنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَنَا
إِذَا غَضِبَ أَحَدُكُمْ وَهُوَ قَائِمٌ فَلْيَجْلِسْ فَإِنْ ذَهَبَ عَنْهُ الْغَضَبُ وَإِلَّا فَلْيَضْطَجِعْ

 “Kalau kalian marah Dalam kondisi berdiri maka duduklah,kalau-tidak-hilang-juga, maka-bertiduranlah”(H.R.Abu-Dawud, Ahamad)

Ke empat, Diam. Dalam sebuah hadist dikatakan;

عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُ قَالَ عَلِّمُوا وَيَسِّرُوا وَلَا تُعَسِّرُوا وَإِذَا غَضِبَ أَحَدُكُمْ فَلْيَسْكُتْ

 “Ajarilah (orang lain), mudahkanlah, jangan mempersulit masalah, kalau kalian marah maka diamlah” (H.R. Ahmad).

Kelima, Bersujud, artinya Shalat Sunnah minimal dua rakaat.

أَلَا وَإِنَّ الْغَضَبَ جَمْرَةٌ فِي قَلْبِ ابْنِ آدَمَ أَمَا رَأَيْتُمْ إِلَى حُمْرَةِ عَيْنَيْهِ وَانْتِفَاخِ أَوْدَاجِهِ فَمَنْ أَحَسَّ بِشَيْءٍ مِنْ ذَلِكَ فَلْيَلْصَقْ بِالْأَرْضِ

Dalam sebuah hadist dikatakan “Ketahuilah, sesungguhnya marah itu bara api dalam hati manusia. Tidaklah engkau melihat merahnya kedua matanya dan tegangnya urat darah dilehernya? Maka barangsiapa yang mendapatkan hal itu, maka hendaklah ia menempelkan pipinya dengan tanah(sujud).”(H.R.Tirmidzi

Demikianlah, membaca Ta’awudz, mengambil Air wudlu / berwudlu, duduk, diam dan bersujud merupakan cara untuk Meredam Atau Mengendalikan Marah dan Kemarahan, tak terkecuali selama menjalani Ibadah Puasa Ramadhan.