Lembaga Wakaf Validasi Data Nadzir Badan Hukum NU

No comment 128 views

Lembaga Wakaf Dan Pertanahan Nahdlatul Ulama (LWPNU) Cilacap terus berbenah dengan akan menyelenggarakan Pelatihan Manajemen Pengelolaan Wakaf yang diperuntukkan bagi Nadzir Badan Hukum NU. Program pelatihan ini merupakan prioritas di tahun 2012. Hal itu terungkap dalam Rapat Kordinasi LWPNU dengan PCNU, Rabu 4/1/2012 kemarin. Namun, menurut  Ketua LWPNU, Tumirin Abdurrohim, M.Pd.I, Pelatihan Manajemen Pengelolaan Wakaf akan didahului dengan pelaksanaan validasi data Nadzir Badan Hukum NU di 24 MWC NU. “Validasi Data ini akan melibatkan MWCNU secara kelembagaan. MWCNU dilibatkan sejak dari persoalan Nadzir agar di kemudian hari, kinerja pengelolaan wakaf bisa sinergis,” katanya.

Abdurrohim menjelaskan bahwa saat ini, tidak kurang dari 100-an Nadzir Badan Hukum NU yang tersebar di 24 Kecamatan di bawah koordinasi langsung LWPNU. Di antara ke-100 Nadzir yang ada, sebagian di antaranya sudah harus mengalami penyegaran / pembaruan. “Jadi, validasi terutama dikandung maksud untuk melakukan pendataan ulang agar data Nadzir  bisa dikompilasi secara rapi; diperbaharui pengesahannya di tingkat LWPNU maupun di tingkat KUA selaku Pejabat Resmi Pembuat Ikrar Akta Wakaf. Proses ini diharapkan akan selesai di awal februari 2012”, ungkapnya.

Setelah validasi data Nadzir Badan Hukum NU selesai, mereka akan diikutsertakan dalam Program Pelatihan Manajemen Pengelolaan Wakaf  juga dalam kegiatan pendataan asset wakaf NU yang ada di Kantor Urusan Agama. Langkah ini ditempuh guna menyelamatkan asset NU, khususnya yang berhubungan dengan tanah wakaf dan wakaf-wakaf yang peruntukkannya untuk kemakmuran Masjid/Musholla dan lembaga pendidikan di lingkungan NU.

author
Author: 
Admin Website ini adalah seorang Relawan yang berusaha menghadirkan aktifitas Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Cilacap secara Online. Salam Perjuangan untuk Penghidmatan yang Berkelanjutan. Terima kasih atas kunjungan Anda semuanya.

Leave a reply "Lembaga Wakaf Validasi Data Nadzir Badan Hukum NU"