Khutbah ‘Idul Adha kali ini mengangkat tema tentang Teladan Pengorbanan Sepanjang Masa. Tema ini diangkat dari peristiwa besar dalam sejarah perkembangan manusia beragama (Islam) yang ditorehkan oleh Nabiyullah Ibrahim Alaihissalam dan puteranya, Nabiyullah Ismail ‘Alaihissalam. Peristiwa “Pengorbanan Nabi Ismail” oleh Ayahnya, yaitu Nabi Ibrahim menjadi teladan pengorbanan sepanjang masa, menjadi rujukan bagaimana ketundukkan dan kepasrahan seorang hamba di hadapan Rabb-nya, dan menjadi spirit pengorbanan dalam keihidupan sosial sehari-hari. Mudah mudahan Khutbah ini bermanfaat.

اَللهُ أَكْبَرُ  اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ

 اَللهُ أَكْبَرُ كَبِيْرًا وَالْحَمْدُ ِللهِ كَثِيْرًا وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَأَصِيْلاَ لاَإِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهْ صَدَقَ وَعْدَهْ وَنَصَرَعَبْدَهُ وَأَعَزَّ جُنْدَهُ وَهَزَمَ اْلأَحْزَابَ وَحْدَهْ لاَإِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَلاَنَعْبُدُ اِلاَّ اِيَّاهُ مُخْلِصِيْنَ لَهُ الدِيْنَ وَلَوْ كَرِهَ الْكَافِرُوْنَ,  لاَإِلَهَ إِلاَّ اَللهُُ اللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ وَللهِ الْحَمْدُ.

اَلْحَمْدُ للهِ عَلَى نعمه التى لاتحصى أشهد ان لاَإِلَهَ إِلاَّ اللهُ وحده لا شريك له شهادة تنجى قائلها من النار الظى. وَأَشْهَدُ اَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّداً عبده ورسوله النبي المجتبى. صلى الله عَلَيه وعلى آلِهِ صحبه ذوي الفضل والنهى وَسَلَّمَ تَسْلِيْمًا كَثِيْرًا . أَمَّا بَعْدُ , فَيَا اَيُّهَا الحاضرون والحاضرات اتقواالله حق تقاته ولا تموتن إلا وانتم مسلمون وعلموا أن يومكم هذا يوم العيد الأكبر يوم فرح وسرور عظمه قدره وأعلى فى الانام ذكره

 

Hadirin hadirot sidang jamaah sholat ‘Idul Adha yang dimuliakan Allah  SWT.

Marilah kita haturkan puja – puji syukur kita ke haribaan Allah SWT. Atas limpahan karunia, ni’mat dan rahmat-Nya, dengan terus meningkatkan ketaqwaan, ketaatan, ketertundukan dan penyerahan diri hanya kepada Allah. SWT.

Shalawat serta salam semoga selalu tercurahkan kepada junjungan kita Nabi Agung Muhammad SAW. Yang telah membimbing kita keluar dari jurang  kebodohan, kehancuran abadi menuju pencerahan Islam yang penuh dengan makna hidup dan harapan abadi.

Jamaah ‘Idul Adha yang berbahagia…

Harus kita sadari bahwa hari ini adalah hari yang sangat mulia, hari besar dengan latar belakang sejarah besar pula, Hari yang dirayakan oleh segenap umat islam di seatero bumi sebagai hari raya besar, al – ‘Idul akbar, dan hari raya kurban, ‘Idul Adha. Untuk itu izinkankan kami mengucapkan kalimat tahniah kullu ‘Aam wa antum bi khoir….

Mulai dari kemarin, tanggal 9 Dzul Hijjah seluruh jama’ah haji di kota suci mekkah al – mukarromah melaksanakan wuquf di ‘arofah, malam hari kemudian mabit di Muzdalifah, dan hari ini, tanggal 10 Dzul Hijjah atau Yaumunnahr mereka sedang melakukan prosesi lempar jumroh ‘aqobah kemudian thowaf ifadoh.

Selanjutnya mulai besok hari, selama di tasyriq, mereka akan mabit di Mina dan melempar jumrah. Semoga seluruh prosesi haji di tahun ini berjalan lancar, membawa berkah bagi seluruh umat islam dan seluruh alam. Dan semoga jamaah haji Indonesia, terlebih jamaah haji Kabupaten Kita selalu dalam keadaan sehat, kuwat, dan selamat hingga pulang membawa predikat haji mabrur.

Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar

Suatu hari Nabi Ibrahim Alaihissalam. Pernah mengajak putra tercinta Ismail Alaihissalam. Berjalan di malam hari, di tengah perjalanan itu beliau berkata pada Ismail dengan bahasa yang sangat lugas dan tegas:

يَا بُنَيَّ إِنِّي أَرَى فِىالْمَنَامِ أَنِّي أَذْبَحُكَ فَانْظُرْ مَاذَا تَرَى

“anakku sayang…sungguh aku bermimpi bahwa aku benar – benar menyembelihmu. Maka renungkanlah bagaimana menurutmu…”

Bayangkan…! Sejak kecil hingga tumbuh besar Ismail ada dibawah asuhan kasih saying seorang ibu dengan segala perjuangan dan pengorbanannya, antara letih, bingung, padang tandus, dan rasa cinta seorang ibu pada putra semata wayangnya. Mondar – mandir antara bukit shofa dan marwa hanya untuk mencari setetes air untuk bertahan hidup.

Di lembah tandus itulah Allah. SWT. Telah menyelamatkan si kecil Ismail dan ibunya, Hajar. Munculnya air zam – zam yang jernih menyegarkan dahaga si kecil juga ibunya hinga tak henti bertahmid dan bersyukur

Di tanah ini semua pengorbanan Hajar dipertaruhkan untuk hidup anaknya. Di tanah ini pula sang ayah justru berusaha untuk menyembelih-mengorbankanya demi memenuhi panggilan dan perintahnya dalam mimpi.

Maha suci Engkau ya Allah… Engkau yang menyelamatkan Ismail saat kecil, Engkau biarkan ia tumbuh menjadi buah hati kebanggaan orang tuanya, cintapun tertananm begitu dalam. Engkau pula yang menguji mereka dengan perintahMu menyembelih buah hati itu.

Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar

Bagaimana dengan pengorbanan ini? Bagaimana dengan rasa cinta itu? Apa dosa anak yang masih polos ini? Apa dosa ibunya? Apa pula dosa ayahanda? Lama tak bertemu hingga ia tumbuh besar. Kabar gembira kelahiran dan sifat lemah lembutnya pun datang langsung dari Allah SWT sebgaimana tercatat dalam Al-Quran:

وَبَشَّرْناَهُ بِغُلاَمٍ حَلِيْمٍ

Tapi kebijaksanaan dan takdir Allah SWT di atas segalanya. Perintah dalam mimpi itu tak lain adalh bagian dari cara Allah dalam memberi pelajaran dan pengajaran. Cara seperti ini dilakukan khusus bagi hamba-Nya yang terpilih:

اِنَّ للهَ اصْطَفَى اَدَمَ وَنُوحاً وَاَلَ اِبْرَاهِيْمَ

Terpilih berarti benar-benar berkualitas dan memiliki kepasrahan total pada Allah SWT. Nabi Ibrahim Alaihissalam. mampu membuktikan itu, beliau lulus melewati ujian dari Allah SWT untk tidak menyekutukan-Nya dalam cinta, meskipun dengan anaknya. Tanpa menghiraukan besarnya rasa cinta sebagai seorang ayah.

Itulah Nabi Ibrahim Alaihissalam. meng-Esakan Allah dalam cinta dan siap untuk mempersembahkan anaknya sebagai qurban, tanpa ragu. Kalaupun beliau mengajukan pertanyaan perihal perintah qurban pada putranya, Ismail ”renungkanlah! Bagaimana nenurutmu” semata-mata untuk menegaskan bahwa beliu tidak memaksa, bahwa Ismail memang setuju dan sukarela menjalani printah Allah ini. Bagaimana sikap Ismail Alaihissalam?

Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar

Ternyata beliau siap melaksanakan perintah dan mewujudkan impian sang ayah. Tanpa ragu dan tidak menunda apalagi menghindar. Sikap ini tampak dalam kata jawaban yang diabadikan dalam Al-Quran:

يَاأَبَتِ اْفعَلْ مَاتُؤْمَرُ سَتَجِدُنِي إِنْ شَاءَاللهُ مِنَ الصَّابِيْرِيْنَ

“Ayah.. lakukan apa yang diperintahkan, Insya Allah engkau akan mendapatiku sebagian dari orang-orang yang sabar”.

Di sini kepasrahan total pada Allah dari seorang Nabi Ismail AS. sangat jelas. Cintanya pada ridho Allah jauh di atas rasa itu pada dirinya sendiri dan seisi dunia ini.

Setelah sang ayah dan anakya telah benar-benar berserah diri secara mutlak, datanglah tebusan dari Allah SWT. Yang dibawa oleh malaikat berupa kambing gibas yang besar dan sangat berkualitas, sebagaimana firman Allah:

يَا إِبْرَاهِيْمُ قَدْ صَدَقْتَ الرُّؤْيَا إِنَّا كَذَلِكَ نُجْزِىالْمُحْسِنِيْنَ إِنَّ هَذَا لَهُوَالْبَلاَءُ الْمُبِيْنُ وَفَدَيْنَابِذِبْحٍ عَظِيْمٍ

”Wahai Ibrahim, telah benar – benar engkau nyatakan mimpi itu, sesungguhnya begitulah (caranya) Aku membalas Orang – orang yang berbuat baik, sesungguhnya semua ini hanyalah cobaan yang nyata. Dan Aku tebus Ismail dengan hewan sembelihan yang agung ”

Hadirin hadirot yang dimuliakan Allah..

Kepasrahan inilah yang disusul dengan penebusan dari Aloh. SWT. Cara beragama seperti ini yang seharusnya tumbuh dimanapun dan kapanpun. Sepanjang zaman. Inilah Islam yang melebur manusia di bawah bendera, perlindungan, dan pertolongan Allah. SWT. Inilah Islam yang menggariskan perayaan hari raya dengan penyembelihan hewan – hewan qurban untuk hidangan orang – orang yang membutuhkan; fakir miskin, sebagai ungkapan rasa sukur atas karunia dan hidayah-Nya.

Berqurban hukumnya sunnah kifayah bagi keluarga yang mampu, pahala sangat besar, bahkan itulah amal yang paling disukai Allah yang kita lakukan di hari raya qurban ini, sebagaimana sabda Nabi Muhammad. SAW:

عَنِ ابْنِ عَباَسٍ رَضِيَّ اللهُ عَنْهُمَا قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّىاللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ. مَاعَمِلَ ابْنُ اَدَمَ يَوْمَ النَّخْرِعَمَلاً أَحَبَّ اِلىَ اللهِ مِن إِرَاقَةِ دَمٍ وَإِنَّهُ لَيَأْتِى يَوْمَ الْقِيَامَةِ بِقُرُونِهَا وَأَظْفَارِهَا وَأَشْعَارِهَا, وَأَنَّ الدَّمَ لَيَقَعُ مِنَ اللهِ بِمَكَانٍ قَبْلَ أَنْ يَقَعَ فِى اْلاَرْضِ فَطَيِّبُوْا بِهَا نَفْسَهَا

” Dari Ibnu Abbas, RA. Berkata: Rosululloh. SAW. Bersabda: tidak ada amal manusia yang paling disukai Allah pada hari Nahar atau tanggal 10 bulan Dzulhijjah lebih dari menyembelih hewan qurban. Hewan qurban ini akan datang dengan utuh ( tanduk, teracak kaki, maupun bulu – bulunya ) di hari qiamat nanti, bahkan sebelum jatuh ke bumi darahnya darahnya telah sampai di sisi Allah. Maka ikhlaskanlah niat dan sucikan hati ”

Segala amal perbuatan kita haruslah didasari oleh niat yang tulus, ikhlas, dan ketakwaan hati. Karena hal inilah yang akan menghantarkan amal kita menuju hadirat – Nya. Pun juga dalam berqurban. Begitulah Allah mengajarkan, sebagai mana firman – Nya:

لَنْ يَّناَلَ اللهَ لُحُوْمُهَا وَلاَ دِمَائِهَا وَلَكِنْ يَنَالُهُ تَقْوَىالْقُلُوْبِ

”tidaklah akan sampai di sisi  Allah daging – daging qurban itu tidak pula darahnya, tetapi yang akan sampai adalah ketaqwaan hati..”

Jamaah ‘Idul Adha rahimakumulloh….

Uraian sejarah Nabi Ibrahim. AS. tadi memberi pengertian pada kita bahwa pengorbanan apaun yang kita persembahkan kepada Allah, segala manfaat dan maslahatnya pasti akan kembali kepada kita, pada makhluk – Nya. Karena Allah maha cukup dan tidak membutuhkan apapun.

Sementara itu, kemiskinan adalah kenyataan yang lumrah di negeri ini. Mereka sangat membutuhkan bantuan kita. Mari kita dukung dengan Do’a, tanaga, pikiran, dan harta benda. Mari berkorban ; memenuhi perintah Allah sekaligus membantu sesama. Tanpa pamrih. Bencana demi bencana itu adalah panggilan, adalah perintah Allah agar kita berkorban, menyisihkan sebagian harta yang hakekatnya adalah titipan, amanah, untuk membantu saudara kita dimanapun mereka berada.

Apapun pengorbanan kita asal ikhlas pasti akan di tebus dengan penebusan yang agung dari Allah. SWT. Amin..Semoga kita semua yanghadir di sini, keluarga kita di manapun berada, saudara saudara kita sesama Muslim di negara ini, diberi kekuatan, ketabahan, kecukupan, dan kesehatan.

وَاللهُ يَقُوْلُ وَبِقَوْلِهِ يَهْتَدِى الْمُهْتَدُوْنَ وَاِذَا قُرِئَ الْقُرْآنُ فَاسْتَمِعُوْا لَهُ وَاَنْصِتُوْا لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُوْنَ. أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ. بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ إِنَّا أَعْطَيْنَكِ الْكَوْثَر, فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْ إِنَّ شَانِئَكَ هُوَ اْلأَ بْتَرُ.

بَارَكَ اللهُ لِي وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ. وَنَفَعَنِي وَاِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. وَتَقَبَّلَ اللهُ مِنِّي وَمِنْكُمْ تِلاَوَتَهُ اِنَِّهُ هُوَاالسَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ. أُوْصِيْكُمْ عِبَادَالله وَإِيَّايَ بِتَقْوَى اللهَ وَقَدْ فَازَالْمُتَقُوْنَ. فَاذْكُرُوااللهَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوا عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ فَاسْتَغْفِرُوْهُ إنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ

 KHUTBAH KEDUA

 

اللهُ اَكْبَرْ (7×)  اللهُ اَكْبَرْ كبيرا وَاْلحَمْدُ للهِ كَثِيْرًا وَسُبْحَانَ الله بُكْرَةً وَ أَصْيْلاً لاَ اِلَهَ اِلاَّ اللهُ وَاللهُ اَكْبَرْ اللهُ اَكْبَرْ وَللهِ اْلحَمْدُ.

اْلحَمْدُ للهِ الَّذِي مَنْ عَلَيْنَا بِفَضْلِهِ الْجَسِيْمِ, اِذْ مَنَّ عَلَيْنَا بِمُحَمَّدٍ اَفْضَلِ الْخَلْقِ اَجْمَعِيْنَ, فَهَدَانَا اِلَى دِيْنِ الْحَقِ وَالصِّرَاطِ الْمُسْتَقِيْمِ. وَاَشْهَدُ اَنْ لآ اِلَهَ اِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ الْكَرِيْمِ الْحَلِيْمِ, وَاَشْهَدُ اَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ وَصَفِيُّهُ وَخَلِيْلُهُ الَّذِي خَصَّى بِالْخُلُقِ الْعَظِيْمِ صَلَّىاللهُ  عَلَيْهِ وَِعَلَى اَلِهِ وَاَصْحَابِهِ اَلَّذِيْنَ فَازُوْا بِالْحَظِّ وَسَلَّمَ تَسْلِيْمًا كَِثيْرًا.

اَمَّا بَعْدُ: فَياَ اَيُّهَا النَّاسُ اِتَّقُوااللهَ فِيْمَا اَمَرَ وَانْتَهُوْا عَمَّا نَهَى وَزَجَرَ.وَاعْلَمُوْا اَنَّ اللهّ اَمَرَكُمْ بِاَمْرٍ بَدَأَ فِيْهِ بِنَفْسِهِ وَثَـنَّى بِمَلآ ئِكَتِهِ فَقَالَ تَعاَلَى اِنَّ اللهَ وَمَلآ ئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلىَ النَّبِى يآ اَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا. اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِناَ مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَنْبِيآئِكَ وَرُسُلِكَ وَمَلآئِكَةِ اْلمُقَرَّبِيْنَ وَارْضَ اللهُمَّ عَنِ اْلخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ اَبِى بَكْرٍوَعُمَروَعُثْمَان وَعَلِى رَضِيَ اللهُ عَنْهُمْ وَعَنْ بَقِيَّةِ الصَّحَابَةِ وَالتَّابِعِيْنَ وَتَابِعِي التَّابِعِيْنَ لَهُمْ بِاِحْسَانٍ اِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ وَارْضَ عَنَّا مَعَهُمْ بِرَحْمَتِكَ يَا اَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ.

اللهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَاْلمُؤْمِنَاتِ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَاْلمُسْلِمَاتِ اَْلاَحْيآءُ مِنْهُمْ وَاْلاَمْوَاتِ اَللَّهُمَّ اَعِزَّ اْلاِسْلاَمَ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَأَذِلَّ الشِّرْكَ وَاْلمُشْرِكِيْنَ وَانْصُرْ عِبَادَكَ اْلمُوَحِّدِيَّةَ وَانْصُرْ مَنْ نَصَرَ الدِّيْنَ وَاخْذُلْ مَنْ خَذَلَ اْلمُسْلِمِيْنَ    وَدَمِّرْ اَعْدَاءَ الدِّيْنِ وَاعْلِ كَلِمَاتِكَ اِلَى يَوْمَ الدِّيْنِ. اَللَّهُمَّ اكْفِنَا شَرَّ مَنْ يُؤَذِيْنَا وَاَهْلِكْ مَنْ اَرَادَنَا بِالسُّوءِ يَآارْحَمَ   الرَّاحِمِيْنَ اِرْحَمْنَا وَفَرِجْ عَلَيْنَا وَالْمُسْلِمِيْنَ. اَللَّهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا اْلبَلاَءَ وَاْلوَبَاءَ وَالزَّلاَزِلَ وَاْلمِحَنَ وَسُوْءَ اْلفِتْنَةِ وَاْلمِحَنَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ عَنْ بَلَدِنَا اِنْدُونِيْسِيَّا خآصَّةً وَسَائِرِ اْلبُلْدَانِ اْلمُسْلِمِيْنَ عآمَّةً يَا رَبَّ اْلعَالَمِيْنَ. رَبَّنَا آتِناَ فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى اْلآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. رَبَّنَا ظَلَمْنَا اَنْفُسَنَاوَاِنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُوْنَنَّ مِنَ اْلخَاسِرِيْنَ.

عِبَادَاللهِ : اِنَّ اللهَ يَأْمُرُنَا بِاْلعَدْلِ وَاْلاِحْسَانِ وَإِيْتآءِ ذِى اْلقُرْبىَ وَيَنْهَى عَنِ اْلفَحْشآءِ وَاْلمُنْكَرِِ وَاْلبَغْي يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ وَاذْكُرُوااللهَ اْلعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلىَ نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ اَكْبَرْ

Follow, Share and Like:
RSS
Follow by Email
Facebook
Facebook
Google+
Google+
http://pcnucilacap.com/khutbah-idul-adha-teladan-pengorbanan-sepanjang-masa/