KH Ma’ruf Amin menjadi salah satu anggota ahlul halli wal aqdi (Ahwa) pada Muktamar Ke-33 NU yang kemudian ditetapkan menjadi Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU). Rais Aam merupakan pimpinan tertinggi organisasi Islam terbesar di Asia Tenggara ini. Kiai Ma’ruf lahir di Tangerang, 11 Maret 1943. Cicit Syekh Nawawi Banten ini mengawali pendidikannya dari Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, Jawa Timur.

KH Ma’ruf Amin muda kemudian melanjutkan pendidikannya di Universitas Ibnu Khaldun, Bogor. Ia pun pernah menjadi penasehat Lembaga Bahtsul Masail Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LBM-PBNU) dan dosen STAI Shalahuddin Al-Ayyubi Jakarta.

Sosoknya kemudian lebih dikenal publik saat menjadi Ketua MUI Pusat dan anggota Dewan Pertimbangan Presiden. KH Ma’ruf Amin juga pernah menjadi anggota Koordinator Dakwah (KODI) DKI Jakarta dan anggota BAZIS DKI Jakarta. Serta pernah menjadi Rais Syuriah PBNU. Pada kepengurusan PBNU periode 2010-2015, ia mengemban amanah sebagai mustasyar PBNU.

KH Ma’ruf Amin adalah Pengasuh Pesantren “An-Nawawi” Tanara Banten. KH Ma’ruf Amin ini dikenal sebagai “singa” di Bathsul Masail. Kedalaman ilmunya membuat banyak yang tak berkutik ketika beliau sudah menyampaikan pandangannya, seperti yang terjadi di komisi bathsul masail maudluiyyah di Muktamar, kemarin.

Pasca ditetapkan menjadi Rais Aam, KH Ma’ruf Amin berpidato mengajak semua pengurus NU dari ranting sampai pusat untuk bersatu membangun umat. Ia meminta NU mengerjakan program-program yang konkret untuk kemajuan dan kebesaran umat Islam.

Follow, Share and Like:
RSS
Follow by Email
Facebook
Facebook
Google+
Google+
http://pcnucilacap.com/kh-maruf-amin-rais-aam-pbnu/