Bagikan dan Rekomendasikan

Keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) menjadi tanggungjawab NU. Sebagai pendiri negara Indonesia ini, NU hari ini harus tegas tampil di garda paling depan untuk menjaga keutuhan NKRI.

Hal itu ditegaskan oleh Ketua PWNU Jawa Tengah KH. Muzammil Mahmud dalam kesempatan memberikan taushiyah pada pelaksanaan Muskercab NU Cilacap, Sabtu (15/9/18) di Pondok Pesantren Nurul Islam Karangjati Sampang Cilacap.

“Kunci dari implementasi tanggungjawab NU, adalah kuatnya barisan yang satu dan kokoh di bawah kendali Syuriyah. Syuriyah sebagai pemegang kebijakan organisasi NU, tanfidziyah sebagai pelaksana organisasi, dan Badan Otonom menjadi bagian dari barisan ini,”katanya.

KH. Muzammil menambahkan, belum lama ini PBNU mengundang seluruh PWNU se Indonesia. Dalam pertemuan itu kembali ditegaskan tema besar “Menyongsong Satu Abad Nahdlatul Ulama”.

“Point penting dalam pertemuan itu adalah bagaimana kita semua  di jajaran pengurus NU beserta Badan Otonomnya, istiqomah menempatkan cita-cita para pendiri Nahdlatul Ulama, dan dalam kesempatan yang sama, mempertegas tanggungjawab NU terhadap keutuhan NKRI,” katanya.

KH. Muzammil berpesan kepada para kader Nahdlatul Ulama, agar tetap menjunjung tinggi dawuh, titah pimpina tertinggi Nahdlatul Ulama. “Kader NU harus percaya bahwa dalam dawuh (titah) tersebut, pasti ada barokahnya,” katanya dengan penuh harapan.

Ketua PWNU Jawa Tengah tersebut mengapresiasi salah satu terobosan PCNU Cilacap melalui Lembaga Kesehatan yang menyelenggarakan program Kartu Muadzin Sehat (KMS).

“Ini baru. Kartu Muadzin Sehat ini baru dilaksanakan di Cilacap. Di PCNU lain di Jawa Tengah, belum ada. Ini juga merupakan terobosan yang patut ditiru. Semoga kegiatan ini menginspirasi PCNU lain di Jawa Tengah.,” imbuhnya.

Menyinggung tahun politik 2018-2019, KH. Muzammil menyampaikan pesan, Orang NU jangan mau melaksanakan agenda orang lain. Orang NU harus melaksanakan agenda NU itu sendiri, terus berpegang dan memberlakukan ASWAJA di tengah masyarakat.