Bagikan dan Rekomendasikan

Arafah memiliki keistimewaan, dalam pengertian Arafah sebagai sebuah tempat yang dikenal dengan Padang Arafah, maupun dalam pengertian Arafah sebagai “Hari ‘Arafah”.  Secara tempat, arti nama Arafah, yaitu perkenalan karena di tempat inilah manusia pertama yang diciptakan, yakni Adam, bisa bertemu lagi dengan perempuan yang diciptakan dari tulang rusuknya, Hawa. Hari Arafah pun menjadi hari yang istimewa dan monumental bagi umat Islam. Hari tersebut mempunyai nilai keagungan tersendiri dibanding hari biasa. Sebab, hari Arafah tersebut merupakan hari pengampunan dosa.

Keistimewaan Arafah tercermin dalam Hadits Rasulullah SAW berikut ini: “Jika hari Arafah tiba, Allah SWT turun ke langit dunia dan berfirman kepada para malaikat, ‘Lihatkan kepada para hamba-Ku, mereka datang kepada-Ku dengan bersusah payah, mereka datang dari berbagai penjuru yang jauh. Saksikanlah! Bahwa Aku telah mengampuni dosa-dosa mereka.’ Para Malaikat berkata, ‘Wahai Tuhanku, (di antara manusia itu) ada lelaki yang senantiasa menyucikanmu, mengagungkanmu, dan lain sebagainya.’ Allah SWT berfirman, ‘Aku telah ampuni dosa-dosa mereka.’ Rasulullah SAW bersabda, ‘Maka sungguh tiada hari yang lebih besar pembebasannya dari api neraka daripada hari Arafah.” (HR Ibnu Huzaimah).

Sekalipun pergi ke Arab Saudi dan menjalankan ibadah, jamaah tersebut belum dibilang sah hajinya jika belum melakukan wukuf di Arafah. Betapa pentingnya rukun haji ini membuat Padang Arafah menjadi sorotan bagi umat Islam di seluruh dunia. Padang Arafah berada di sekitar 25 kilometer ke arah timur Kota Makkah. Arafah merupakan area terbuka nan luas yang berada di atas bukit granit setinggi 70 meter. Pada 9 Dzulhijah padang ini dipenuhi oleh jutaan jamaah haji dari seluruh dunia untuk melaksanakan wukuf.

Arafah adalah ruang berintrospeksi diri, siapa, dari mana sosok diri itu dan hendak kemana nantinya. Oleh karena itu ruang ini dinamakan arafah yang mempunyai satu asal kata yang sama dengan ma’rifat yaitu mengeatuhi dan mengerti hakikat diri. Diharapkan setelah diramu dalam padang arafah ini seorang diri bisa menjadi lebih arif (bijaksana) dalam mengarungi kehidupan dan mempertimbangkan antara kepentingan dunia dan akhirat.

Arti nama Arafah, yaitu perkenalan karena di tempat inilah manusia pertama yang diciptakan, yakni Adam, bisa bertemu lagi dengan perempuan yang diciptakan dari tulang rusuknya, Hawa. Adam dan Hawa terpisah selama 200 tahun karena mereka memakan buah terlarang di surga. Mereka kemudian mendapatkan hukuman dan diturunkan ke bumi secara terpisah.

Masih menjadi perdebatan hingga sekarang di mana tempat Adam dan Hawa ini diturunkan ke bumi. Namun yang pasti, mereka dipertemukan lagi di Arafah.  Kemudian memilih untuk hidup serta menghasilkan keturunannya di wilayah tersebut. Di sinilah pula sepasang manusia ini diampuni dosanya dan bertobat.

Peristiwa bersejarah lain yang terjadi di Arafah adalah saat Nabi Ibrahim yang mendapatkan wahyu untuk menyembelih putranya, Ismail. Setelah mendapat mimpi tersebut, Ibrahim pun merenung, meminta petunjuk lain dari Sang Pencipta. Di satu sisi ia sangat menyayangi putra semata wayangnya itu, namun di sisi lain di sangat patuh dengan perintah Allah.

Ibrahim akhirnya menguatkan hati untuk menyembelih anaknya demi membuktikan keimanannya kepada Allah. Sang Pencipta yang melihat keteguhan hati Ibrahim itu pun menunjukkan kebesarannya. Ia mengganti tubuh Ismail dengan seekor kibas. Ismail pun dibawa naik ke surga. Kisah inilah yang kemudian menjadi dasar bagi umat Islam untuk menyembelih seekor hewan ternak pada 9 Dzulhijah.

Hari Arafah pun menjadi hari yang monumental bagi umat Islam. Hari tersebut mempunyai nilai keagungan tersendiri dibanding hari biasa. Sebab, hari Arafah tersebut merupakan hari pengampunan dosa. Ini karena banyaknya hamba yang beribadah semata-mata hanya untuk-Nya, bahkan rela hampir mengorbankan hal yang paling disayanginya.

Rasulullah SAW bersabda, “Jika hari Arafah tiba, Allah SWT turun ke langit dunia dan berfirman kepada para malaikat, ‘Lihatkan kepada para hamba-Ku, mereka datang kepada-Ku dengan bersusah payah, mereka datang dari berbagai penjuru yang jauh. Saksikanlah! Bahwa Aku telah mengampuni dosa-dosa mereka.’

Para Malaikat berkata, ‘Wahai Tuhanku, (di antara manusia itu) ada lelaki yang senantiasa menyucikanmu, mengagungkanmu, dan lain sebagainya.’ Allah SWT berfirman, ‘Aku telah ampuni dosa-dosa mereka.’ Rasulullah SAW bersabda, ‘Maka sungguh tiada hari yang lebih besar pembebasannya dari api neraka daripada hari Arafah.” (HR Ibnu Huzaimah).

Untuk itu, bagi umat Islam yang bisa mempunyai kesempatan untuk melakukan wukuf, mengharapkan pengampunan dosa di Padang Arafah ini sangatlah beruntung. Namun, bagi yang tidak sedang menunaikan haji disunahkan untuk melakukan Puasa Arafah.

Puasa pada hari tersebut bisa melipatgandakan amal kebajikan yang telah dilakukan. Dari Abu Qatadah menjelaskan bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Puasa Arafah dapat menghapus dosa-dosa yang telah lalu dan dosa tahun depan.” (HR Ibnu Huzaimah).

Peristiwa bersejarah lainnya yang terjadi pada hari Arafah, di antaranya turunnya wahyu terakhir kepada Rasulullah SAW. Dalam wahyu tersebut diungkapkan hukum tidak diperkenankannya kaum musyrikin melakukan ibadah di sekitar Ka’bah. Selain itu, hukum untuk menghormati orang lain dan menghargai hak asasi mereka. Di Padang Arafah ada sebuah bukit yang disebut dengan Jabal Rahmah. Tinggi bukit ini mencapai 500 meter dari permukaan laut.

Artikel Diolah dari berbagi sumber (Kang Nawar)