Bagikan dan Rekomendasikan

Islam dan Perkembangan Umat Muslim di Brasil (2) merupakan sambungan dari Islam dan Perkembangan Umat Muslim di Brasil bagian pertama. Dalam artikel ini akan disampaikan beberapa hal seperti; kondisi riil umat Islam di Brasil, hubungan Islam/Muslim dengan Umat Katolik Brasil, melihat bagaimana media masa mempromosikan Islam dan Umat Muslim di Brasil. Secara umum bisa dikatakan bahwa Islam berkembang secara baik di Brasil setelah melalui fase perjuangan pendirian sejumlah Masjid dan Organisasi Kesilaman di Brasil sebagai pusat dakwah Islam.

Pemeluk Islam di Brasil

Penduduk Muslim Brasil berkisar pada angka 1,5 juta orang. Tidak kurang dari 10.000 orang di dalamnya adalah penduduk asli Brasil yang sudah memelukk Islam. Imam Taqi al-Den menyadari bahwa angka tersebut memang masih rendah di banding dengan jumlah penduduk Brasil pada umumnya. Hal itu menunjukkan bahwa perkembangan populasi Umat Islam di Negeri Katolik itu memang lambat. Keterlambatan ini terjadi karena proses pengenalan Islam dalam berbagai bentuk dakwah, masih terbatas juga.

Negara Brasil, dengan luas wilayah 8,jt km dan dengan 200 juta penduduk. Penduduk muslim yang hanya 1,5 jt dan tersebar di seluruh penjuru Brasil menunjukkan tidak lebih dar 1 % populasi penduduk Brasil secara keseluruhan. Di seluruh Brasil hanya ada sekitar 100 Masjid, 60 orang Imam / Ulama dan baru sekitar 30% Imam yang menguasai bahasa Portugis dan hanya 1 orang Imam yang asli berasal dari Brasil. Selain itu, dukungan publikasi kitab-kitab dan buku buku keislaman berbahasa Portugis juga masih sangat sedikit. Hanya Al Qur’an dan Kitab Riyadhussolikhin yang sudah diterjemahkan ke bahasa Portugis.

Penduduk asli Brasil yang beralih memeluk agama Islam diupayakan untuk tetap pada kepercayaannya yang baru dalam artian berproses menyempurnakan keimanan mereka kepada agama Islam. Sungguhpun demikian, keterbatasan jumlah para Imam / Ulama setempat, juga menjadi kendala dalam pemantapan keimanan tersebut.

Perlu ditegaskan pula bahwa mereka, para generasi awal Muslim Brasil adalah kaum petani, pedagang. Ini tidak seperti yang terjadi pada pusat-pusat kegiatan Islam di Eropa dan Amerika Serikat misalnya, yang didirikan oleh kebanyakan dari mereka yang sudah cukup terdidik semisal dengan gelar doktor yang disandangnya.

Untuk memperluas dakwah Islam di Brasil, peluangnya masih sangat terbuka lebar. Namun, orientasinya masih bagaimana mempertahankan keislaman umat Islam dan masih belum cukup berpengaruh untuk mengajak penduduk asli Brasil untuk memeluk Islam.

Pada era generasi Muslim Brasil ke dua dan ke tiga, perluasan dakwah Islam dibarengi dengan kemampuan akademis para Muballighnya, sungguhpun demikian, hal itu juga belum bisa memperoleh keberhasilan yang cukup. Kelembagaan Islam dan organisasi-organisasi keislaman yang ada di Brasil pun masih belum bisa memenuhi harapan mereka.

Hubungan Islam/Muslim dengan Umat Katolik Brasil

Menurut Imam Taqi Al Din, hubungan Islam/Muslim dengan Umat Katolik di Brasil berjalan dengan baik. Bahkan di bawah kepemimpinan Paus yang sebelumnya kurang respect terhadapIslam, hubungan ini tetap berjalan harmonis. Para pemimpin Katolik Brasil sering mengunjungi dan mengucapkan selamat untukkegiatan-kegiatan yang dilaksanakan oleh Umat Islam.

Ekspresi saling menghormati juga tinggi. Bebebrapa kegiatan dialog yang difasilitasi Negara juga sering menjadi media pertemuan dan curah pendapat. Mereka juga kerap mengadakan diskusi terkait Dialog Islam – Katolik dengan isu-isu yang bersifat lokal maupun global. Secara umum, Brasil masih lebih baik ketimbang negara-negara Katolik Amerika Latin lainnya dalam mengapresiasi keberadaan Umat Islam dan aktifitasnya.

Peran Media Massa dalam Mengkampanyekan Islam

Hal itu dibuktikan dengan peran media massa di Brasil, baik cetak maupun elektronik, yang cukup memberikan ruang guna pemberitaan dan penyebarluasan informasi dan kegiatan umat Islam. Globo, stasiun televisi terkemuka di Brasil juga memberikan setengah jam setiap minggunya, khusus untuk penayangan aktifitas keislaman seperti penyampaian isu perempuan dalam Islam, pendidikan anak-anak dalam Islam, dan lain sebagainya.

Ada kenyataan “anti Islam” di balik media massa Brasil. Kadang-kadang, hal semacam itu muncul dan diekspresikan mengingat Brasil juga menganut kebebasan pers yang cukup. Jika ada kampanye anti-Islam misalnya, segera dilakukan klarifikasi dengan hak jawab atau dengan tuntutan permintaan maaf kepada mereka.

Pada saat gencar-gencarnya tayangan dan pemberitaan tentang Kartun Nabi Muhammad SAW, media di Brasil juga ikut memberitakannya. Keberatan yang diajukan oleh umat Islam Brasil direspon dengan baik dengan pemberian jam tayang agar umat Islam memberikan klarifikasi dan pembelaanya guna meluruskan pemberitaan tersebut, baik di media televisi maupun di media cetak seperti majalah.

Secara umum, jika dibandingkan dengan negara lain,  media massa Brasil baik dan cukup berimbang dan objektif dalam melihat dan memperlakukan umat Islam, sungguhpun sebagai minoritas di sana, juga terpengaruh dengan ektrimisme di sana sini yang terjadi dunia Islam maupun dunia non-Muslim.

Bersambung……