Islam dan Perkembangan Umat Muslim di Brasil

No comment 188 views

Islam dan Perkembangan Umat Muslim di Brasil. Dalam satu dekade terakhir, Brasil telah menjadi pelaku utama ekonomi global dengan pertumbuhan yang pesat. Hal itu semakin terlihat sangat jelas sejak Brasil menjadi salah satu pendiri dari kelompok BRICS di tahun 2009. BRICS adalah akronim dari Brasil, Russia, India, China and South Africa, Lima Negara Besar yang berasosiasi dalam kerjasama ekonomi. Brasil adalah negara yang menyimpan potensi yang besar. Berikut ini artikel tentang Islam dan Perkembangan Umat Muslim di Brasil.

Generasi pertama imigran Muslim melakukan perjalanan ke Brasil pada dekade pertama abad ke-20. Dan generasi ketiga sekarang, telah memainkan peran penting dalam memberikan berkontribusi terhadap pertumbuhan perekonomian Brasil.

Imam Khaled Taqi el – Din dari Supreme Council of Imams and Islamic Affairs in Brazil menyebutkan bahwa Umat Muslim di Brasil setidaknya bisa diliat dari dua perspektif; mereka yang berintegrasi secara aktif dan positif  dan yang berintegrasi secara pasif-negatif. Umat Muslim di Brasil masih perlu mengembangkan kemampuannya dan mereka berada pada posisi yang tepat.

OnIslam.net pernah melakukan wawancara dengan Imam Khaled Taqi el – Din pada awal Mei 2013 yang lalu. Imam Taqi el – Din telah banyak terlibat dalam proyek-proyek Islam di Brasil sejak lulus dari Universitas Islam Madinah, tahun 1986. Imam Khaled Taqi el – Din mendirikan Ali bin Abi Taleb Islamic Center di Sao Paolo pada tahun 1986, dan mendirikan sejumlah situs Islam, termasuk situs web pertama www.islam.com.br yang memuat isinya dengan bahasa Portugis pada tahun 1998.

Saat ini beliau adalah Presiden Dewan Tertinggi Urusan Islam dan Imam di Brasil, dan Manajer Urusan Islam di Federasi Asosiasi Muslim Brasil. Pada bagian pertama dari wawancara ini, Imam menyoroti gambaran umum kehidupan Islam dan Kaum Muslim di Brasil dan menyoroti tentang beberapa sejarah umat Islam di negara ini.

Dewan Tertinggi Urusan Islam dan Imam Brasil

Imam Khaled Taqi el – Din  menyatakan bahwa Dewan Tertinggi Urusan Islam dan Imam di Brasil didirikan pada tahun 2005. Dewan ini adalah wadah media untuk kepentingan para imam dan penceramah di Brasil. Rasanya seperti mimpi yang menjadi kenyataan bagi umat Islam. Perlu waktu yang lama untuk merealisasikan organisasi ini. Dengan kehendak Allah, terlaksanaa dan berdiri pada tahun 2005.

Tujuan di balik berdirinya Dewan Tertinggi Urusan Islam dan Imam adalah, pertama; untuk mengatur urusan ke-Imam-man dan pendakwah/muballigh di Brasil. Kedua, mengatur rencana pelaksanaan Dakwah. Ketiga, untuk menyatukan Fatwa dan menghindari kekacauan Fatwa, dan untuk menjadi pedoman keberagamaan dan berkeyakinan dalam bingkai Fiqih Ahlu Sunnah wa al Jama’ah di Brasil. Termasuk di dalam hal ini adalah urusan penetapan awal bulan Ramadhan dan dua hari raya Islam.

Dewan ini juga bertujuan untuk menggalang Dana zakat secara resmi. Untuk melakukan Penggalangan ini telah dimintakan persetujuan resmi kepada pemerintah, tapi tidak disetujui di bawah mantan presiden Fernando Cardoso Henerique 1995-2002. Akhirnya, turun persetujuan resmi untuk hal itu secara terbuka pada tahun 2012.

Dewan Agung juga terdiri dari sekumpulan Imam lokal serta utusan dari negara-negara muslim. Selain itu, juga melakukan upaya-ipaya persetujuan dan / atau pengawasan poenterjemahan Al Qur’an ke dalam bahasa Portugis. Dewan juga mengadakan sesi khusus untuk melatih para imam.

Tiga Tahap Pertumbuhan Islam di Brasil

Islam di Brasil bukan tergolong baru. Taqi el – Din membagi persinggungan Brasil dengan Islam dalam tiga periode pertumbuhan Islam di Brasil. Pertama, dimulai saat Brasil ditemukan oleh pelaut Portugis pada paruh kedua abad ke-15. Pemimpin yang pertama kali menemukan Brasil adalah Caprao Portugis. Di banyak sumber disebutkan bahwa Caprao dibantu oleh para pelaut muslim yang berpengalaman dari semenanjung Iberia.

Ada juga beberapa sumber yang mengatakan bahwa beberapa Muslim lolos dari Inkuisisi, dan melarikan diri ke Brasil di mana mereka bisa menjalankan agama mereka lebih terbuka. Namun, mereka segera disiksa oleh Inkuisisi di Brasil dan peranya ditenggelamkan. Para inkuisitor mengidentifikasi mereka sebagai muslim karena mereka mandi pada hari Jumat dan memakai pakaian putih dalam acara-acara tertentu.

Tahap kedua adalah ketika Portugis mulai membawa budak dari Afrika Barat untuk dipekerjakan sebagai buruh reklamasi lahan yang luas di Brasil pada abad 16. Banyak dari mereka adalah Muslim, bahkan mayoritas adalah Muslim. Beberapa dari mereka adalah Imam dan sarjana yang dicampur dengan budak dan yang mereka diperbudak .

Mereka sengaja membuat diri mereka ditawan guna melindungi saudara-saudara mereka seagama. Ketika Muslim Afrika Barat tiba ke Brasil, mereka secara paksa dibaptis oleh Portugis yang membawa mereka, itulah sebabnya mereka mempraktekkan Islam secara rahasia. Mereka mempertahankan gaya hidup Islami di gubuk mereka dengan mendirikan sekolah dan membaca Qur’an.

Menjelang akhir abad ke-18 sekelompok Muslim dari Afrika tengah dikirim ke Brasil. Datang dari tanah dengan peradaban Muslim yang maju, para pendatang memainkan peran dalam menghasut pemberontakan di antara penduduk Afrika barat yang sudah menetap. Dengan demikian, sejumlah revolusi dimulai dan pemberontakan dimulai dari awal abad ke-19 ( 1800-1805-1811).

Pada tahun 1835 sebuah revolusi Islam besar meletus di negara bagian Bahia, dan dijuluki sebagai “Kebangkitan Kaum Budak.” Ini ditujukan untuk pembebasan para budak dan pembentukan sebuah Negara Islam di Brasil. Revolusi gagal karena hancur. Untuk pertama kalinya, negara penjajah mengirim kembali “kaum budak” ke Afrika Barat di mana mereka memainkan peran besar kemudian dalam sejarah wilayah ini . Beberapa di antara mereka kembali dan lainnya tersebar di seluruh penjuru Brasil.

Islam diperkenalkan ke Brasil untuk kedua kalinya oleh orang Muslim Afrika. Mereka memiliki pengaruh yang besar pada sektor pertanian, industri dan pertambangan emas. Di ranah Protugis, mereka termasuk ahli, sebagai “guru” dalam ketiga sektor tersebut. Enam puluh tahun dari tahun 1830 dan seterusnya, semua Muslim hampir lenyap.

Akhirnya, tahap ketiga munculdari pengaruh datangnya glombang imigran Muslim Syro- Lebanon pada tahun 1920. Ini berlanjut sampai hari ini . LSM Muslim pertama adalah Organisasi Amal Islam yang didirikan pada tahun 1929. Organisasi tetap satu-satunya Lembaga Islam sampai pertengahan 1950 -an ketika kaum Muslim mulai berpikir untuk membentuk organisasi-organisasi lain di daerah lain di negeri ini. Hari ini umat Islam sudah memiliki 80 organisasi di seluruh negeri di samping 100 masjid.

Di Amerika Latin, Islam dan Muslim Brasil Lebih Baik

Brasil dikenal bisa menjaga hubungan baik dengan orang-orang Arab dan Muslim. Tidak terlibat peperangan dengan negara Muslim atau Arab. Selain itu, Brasil termasuk negara yang berdasarkan kebebasan, hukum, dan hak-hak kewarganegaraan. Arab, Muslim dan non-Muslim, memainkan peran besar dalam kemajuan ekonomi dan politik Brasil. Ada sekitar 10 sd 12 juta warga Brasil berlatarbelakang negara-negara Arab. Mereka menikmati banyak kebebasan.

Saya bisa mengatakan bahwa kebebasan yang dinikmati oleh orang-orang Arab di Brasil lebih luas dibandingkan dengan negara-negara Amerika Latin lainnya. Ini adalah negara yang mengakui semua sekte dan agama secara sama. Ada banyak organisasi dilindungi oleh negara karena negara menentang segala macam diskriminasi agama.

Bahkan dalam keamanan, di pihak kepolisian ada divisi yang menangani diskriminasi agama di mana setiap orang dapat mengajukan keluhan. Misalnya di Argentina sampai beberapa tahun yang lalu, umat Islam tidak bisa memberikan nama-nama Muslim untuk anak-anak mereka. Pmbatasan seperti ini sekarang muncul, tetapi di Brasil hal itu tidak bisa dibayangkan.

Brasil juga memiliki pendirian tegas terhadap dalam hal memperkenalkan langkah-langkah strategis untuk menempatkan orang-orang Arab dan Muslim di bawah pengawasan ketat setelah peristiwa ledakan 9/11. Brasil lebih memilih untuk menangani masalah itu secara rasional dan bijaksana.

Muslim Brasil dan Isu Dunia Islam

Bagaimana Muslim di Brasil berinteraksi dengan isu-isu lokal dan regional di Dunia Islam, misalnya dengan beberapa agenda seperti Arab Spring yang terjadi baru-baru ini apa reaksi mereka? Berkenaan dengan masalah-masalah seperti Palestina dan Irak, kami sering menemukan kesepakatan diantara orang-orang Arab dan Muslim di masyarakat,  mereka bersatu menekan Negara melalui masyarakat sipil dan mekanisme lainnya, untuk mengambil posisi yang menguntungkan untuk Arab dan hak-hak umat Islam.

Kita biasa mengorganisir protes besar, kadang-kadang menyampaikan aspirasi ke pemerintahan seperti melalui parlemen untuk menekan negara agar mengambil posisi yang kuat dalam halm memberikan keuntungan bagi hak-hak kami. Tapi, Arab Spring berbeda. Dibandingkan dengan komunitas Syria-Lebanon dan Palestina, Afrika Utara sangat rendah. Ada beberapa demonstrasi untuk mendukung revolusi Suriah. Namun, tidak bisa bertahan karena sebagian besar di Brasil adalah Suriah Alawi, sehingga mereka pro rezim Suriah .

Beberapa keturunan Suriah non-Alawiy enggan untuk bergabung dengan demonstrasi anti – Bashar karena ia memiliki keluarga di rumah dan mereka takut bisa terluka oleh rezim. Namun banyak masjid dan organisasi Islam mengeluarkan pernyataan mengutuk Bashar dan mendukung revolusi Suriah, dan sampai saat ini masih dilakukan.

Partisipasi Politik Muslim Brasil

Kaum Muslim relatif terlambat dalam wilayah aktifitas politik. Orang-orang Arab Kristen menggantikan tokoh Muslim dengan langkah-langkah besar dalam bidang ini. Mereka lebih dulu aktif partisipatif dalam politik. Pada satu titik, mereka akan membentuk sepertiga dari parlemen Brasil. Sampai hari ini terdapat sejumlah besar orang Arab non-Muslim di parlemen Brasil dan memmebrikan pengaruh kuat di antara partai politik .

Sekarang Anda bisa mencatat, wakil presiden Brasil, Michelle Tamer, adalah asal Lebanon. Kepala Kotamadya São Paulo yang merupakan kota terbesar kedua di Amerika setelah New York, juga keturunan Arab. Namanya adalah Ferdinand Haddad.  Baru-baru ini saja kaum Muslim mengambil posisi di level politik dan publik. Ada beberapa kota dikepalai oleh Muslim, dan ada juga beberapa anggota parlemen Muslim di parlemen São Paulo. Tidak ada anggota Muslim di Parlemen Federal. Tapi jangan lupa bahwa umat Islam adalah blok suara yang besar terutama di São Paulo.

Ini berarti bahwa ketika seorang Kandidat Parlemen membutuhkan dukungan mereka, maka jika senadainay terpilih, dia akan mempertimbangkan untuk menanggapi tuntutan dan aspirasi mereka. Sekarang ini kelompok yang lebih besar dari generasi ketiga kaum Muslim Brasil,  mulai menyadari pentingnya partisipasi politik dan mereka sedang menyiapkan untuk hal itu .

Di organisasi Federasi Asosiasi Muslim di Brasil ada sebuah proyek yang sedang berlangsung untuk menyiapkan beberapa mahasiswa Muslim, untuk menjadi politisi yang aktif melalui kajian dan praktek. Mereka diproyeksikan agar mencapai gelar master dan doktor di bidang–bidang khusus yang relevan yang memenuhi syarat untuk mereka menjadi bagian dari proses pengambilan keputusan di Brasil. Mereka mempelajari ilmu politik dan hukum. Hakim-hakim federal yang beragama Islam juga dipersiapkan. Ada sejumlah Muslim di organisasi masyarakat sipil non – Muslim, tapi tidak terlalu banyak. Mereka melayani semua warga Brasil, tanpa memandang apa dan dari mana agama mereka.

Ikatan Emosional Muslim Brasil Dengan Negara Asal

Sebagai imigran, Muslim Brasil tentu memiliki kecintaan dan keterikatan dengan negara asal.  Taqi el – Din menggambarkan bahwa imigran Muslim pada umumnya ingin tetap melekat pada negara asal mereka .Sebagai contoh, banyak ( sebagian besar Lebanon ) memiliki rumah di negara asal  mereka. Mereka selalu mengunjungi negara-negara, terutama generasi ketiga, untuk melihat negara nenek moyang mereka .

Kecintaan dan Keterikatan itu ada tetapi tidak pada tingkat yang sangat kuat. Beberapa emigran membuka usaha di negara-negara asal mereka terutama karena ketidakstabilan ekonomi dan hukum negara tersebut. Dengan kata lain, Brasil tetap sumber utama pendapatan mereka karena stabilitas ekonomi dalam kaitannya dengan ketidakstabilan ekonomi dan politik negara asal mereka.

Lebih lanjut, Taqi el Din menggambarkan hubungan antara Muslim dan Arab non -Muslim di Brasil. Ada proses komunikasi yang terus menerus dan ada partisipasi masyuarakat dalam beberapa aspek. Ada juga kepentingan bersama baik itu kepentingan ekonomis, maupun sosial atau politik. Dari sisi keduanya, tidak terlihgat fenomena ekstrimisme.

Bersambung………….

## Artikel terkait dengan Islam dan Perkembangan Umat Muslim di Brasil yang termuat di website ini diolah dari wawancara OnIslam.net dengan Imam Taqi el – Din dari Supreme Council of Imams and Islamic Affairs in Brazil, dinarasikan-ulang oleh Kang Nawar. Semoga bermanfaat.

author
Author: 
Admin Website ini adalah seorang Relawan yang berusaha menghadirkan aktifitas Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Cilacap secara Online. Salam Perjuangan untuk Penghidmatan yang Berkelanjutan. Terima kasih atas kunjungan Anda semuanya.

Leave a reply "Islam dan Perkembangan Umat Muslim di Brasil"