Saat melintas di pinggiran kota Kuffah, waktu sudah menunjukkan datangnya masa maghrib dengan ditandai kumandangnya adzan dari masjid-masjid di sekitar kota itu.
Bertepatan dengan bulan puasa, membuat dia sadar bahwa waktu buka puasa telah tiba, seorang lelaki bernama Tsabit bin Ibrahim, karena tanpa persiapan bekal maka sedikit tertunda untuk melaksanakan buka puasa. Tatkala kegalauan dan kebingungan melanda tiba-tiba dia melihat buah apel yang jatuh dan keluar dari area perkebunan buah-buahan. Melihat buah yang merah dan ranum, tentunya sangat menarik sehingga air liur tak terbendung mengingat seharian berpuasa, tanpa berpikir panjang buah apel tersebut diambilnya dan dimakan dengan segala kelezatan yang dirasakannya. Namun, baru setengahnya dimakan dia tersentak jiwanya dan teringat bahwa buah apel tersebut bukan haknya dan belum meminta ijin kepada sang pemilik kebun buah-buahan itu.














