Bagikan dan Rekomendasikan

Ibadah Berkualitas Harus Tahu Ilmu. KIBH NU.  Distrik kota cilacap yang bertempat di Ponpes “Daarul Muttaqiin” Lomanis, Cilacap Tengah, mengakhiri pembimbingan manasiknya dengan kegiatan simakan Al-Quran. Hafalan Al-Quran ini dilakukan oleh 28 hafidz yang dibagi menjadi tujuh kelompok, setiap kelompok menyelesaikan hafalannya dengan cara bergantian per juzz. Hafalan ini dimulai pagi sampai dengan siang, ba’da dzuhur. Hafalan terakhir, dipimpin oleh KH Sunan (Kawunganten) yang memandu hafalan dari Surat At-takatsur s.d. Surat An-Naas. Sedangkan doa dipimpin oleh KH. Rohmat (Cipari).

Dalam doanya, KH Rohmat yang dalam menghafal Al-Quran hanya membutuhkan waktu satu tahun ini dalam mendoakan antara lain agar jamaah haji tahun 2014 khususnya KBIH NU Cilacap diberikan kemudahan, dapat melaksanakan rukun dan wajibnya secara baik dan dapat melaksanakan ibadah sunah lain, serta menjadi haji mabrur.

Kegiatan penutupan pembimbingan haji ini dilakukan oleh Ketua Distrik KBIH NU Kota Cilacap yang juga pimpinan Ponpes “Daarul Muttaqiin” Lomanis, Cilacap Tengah, KH. Drs. Imam Mudaris dan taushiyah oleh Ketua PCNU Cilacap, KH. Maslakhuddin (Kawunganten), pada Ahad, 15 Juni 2014.

Dalam sambutannya, KH Imam Mudaris menyampaikan bahwa baik secara teoritis sesuai aturan ibadah haji baik berdasarkan Al-Quran, Hadits, maupun kitab-kitab kuning yang membahas masalah rukun Islam kelima, yaitu ibadah haji (dan umroh). “Secara aturan sudah kita bahas secara tuntas, kita juga sudah mempraktikkannya. Selanjutnya tinggal bimbingan dari kementrian agama kabupaten. Namun demikian, yang kita bahas selama 7 bulan sudah membahas secara tuntas,” ujar KH. Imam Mudaris.

KBIH NU Distrik Cilacap telah melaksanakan bimbingan manasik sejak November 2013 dan diakhiri 15 Juni 2014. Pembimbingan terhadap sekitar 99 jamaah haji ini dibagi tiga lokasi pembimbingan, yaitu di Ponpes Darul Muttaqin Lomanis, Cilacap Tengah dibimbing KH Imam Mudaris, Mertasinga, Cilacap Utara dibimbing oleh KH Kamilin, dan Jeruk legi.

KH Imam Mudaris menambahkan, doa yang harus dihafalkan oleh setiap calon jamaah haji ada tiga, yaitu doa masuk masjidil haram, doa melihat ka’bah, dan doa minum air zam-zam. “Selain yang tiga itu nanti bisa bersama-sama dipimpin oleh pembimbing masing-masing, baik karom maupun karu” tambahnya.

Ibadah Berkualitas
Ketua PCNU KH Maslahuddin, dalam taushiyahnya menegaskan bahwa yang paling utama dalam beribadah adalah kualitas beribadah. Kualitas beribadah hanya dapat dilakukan dengan memahami ilmunya, dengan kata lain beribadah harus dengan ilmu.
Mengutip salah satu hadits, KH Maslakhiddin mengatakan bahwa ibadah seseorang tidak menjadikan hamba yang bersangkutan masuk syurga. Ketikan ditanya oleh seorang sahabat, “termasuk Engkau ya Rasul ?” “Ya” Jawab Rasulullah.

Yang menjadikan seseorang masuk syurga adalah rahmat-Nya, anugrah-Nya. Oleh karena itu, dalam setiap amal ibadah harus mencari ridlo-Nya. Mengatasnamakan Al-Quran dan Hadits tidak menjadikan seseorang masuk syurga kalau memahaminya tidak benar. “Ibadah yang berkualitas haruslah dengan ilmu, dengan mengetahui dan memahami ilmunya, termasuk dalam ibadah haji ini,” tandas KH. Maslakhuddin.
(Fuad Aljihad/ LTNU)