Istighotsah di hari ‘Arafah yang dikenal dengan istilah Gerbuhu (Gerakan Membaca Surat Al Ihlas 1000 kali di Hari ‘Arafah bertepatan dengan tanggal 10 Dzulhijjah) akan kembali dilaksanakan oleh KBIHNU dan JANAH Cilacap. Hal itu disampaikan oleh H. Syamsul Hidayat Hammaf Ketua JANAH dalam rapat kordinasi PCNU, KBIHNU dan JANAH Ahad (29/9) di Gedung Pusdiklat PCNU Cilacap.

Sementara itu, Wakil Ketua PCNU KH Imam Mudaris mengatakan bahwa secara ahwaliyahnya Gerbuhu merupakan media silaturahmi alumni KBIHNU, warga NU, kerluarga Calon Jamaah Haji, sedangkan secara amaliyah, Gerbuhu melaksanakan doa bersama sesuai yang diajarkan Nabi Muhammad SAW, yaitu doa-doa yang sangat dianjurkan karena dilaksanakan pada saat mustajabah, bersamaan dengan pelaksanaan Wukuf di Arafah.

KH. Nasrulloh Muchson, Katib Suriyah PCNU Cilacap menguatkan bahwa Gerbuhu memang khas Cilacap. Artinya, sebagai sebuah gerakan, Gerbuhu tidak dilakukan di wilayah lain. Kalaupun dilaksanakan, mungkin dengan nama yang berbeda.

Dia meyakinkan kepada peserta rapat bahwa Gerbuhu jangan sampai kehilangan moment terpenting di mana peserta bisa memanjatkan doa bersama, mengamini doa yang dibaca langsung di Arafah oleh Imam yang ditunjuk oleh KBIHNU.

“Dengan Gerbuhu, nuansa religiusitas Hari Arafah bisa dihadirkan, bisa dirasakan dan bisa diresapi oleh jamaah yang sedang berkumpul dan berdoa bersama. Lebih khusus bagi Alumni KBIHNU, mereka bisa merasakan kembali suasana Arafah yang hidmat sehingga bisa menjadi media untuk menjaga kemabruran hajinya,” katanya.

Follow, Share and Like:
RSS
Follow by Email
Facebook
Facebook
Google+
Google+
http://pcnucilacap.com/gerbuhu-hadirkan-nuansa-religiusitas-hari-arafah/