Bagikan dan Rekomendasikan

Fanta Ongoiba diberi penghargaan oleh Dewan Wanita Muslim di Kanada baru baru ini, Minggu (6/10).  Penghargaan diberikan kepada Fanta Ongoiba untuk usahanya selama dua dekade terakhir, dalam penannggulangan HIV/AIDS dan penguatan  pendidikan bagi perempuan Muslim di Toronto dan negara asalnya, Mali. “HIV/AIDS tidak boleh melahirkan diskriminasi,” kata Ongoiba sebagaimana dikuti The Star.

Ongoiba menambahkan, bagimana cara para wanita mengenakan jilbab, berhijab, untuk menutupi diri mereka, dengan cara itu pula HIV bisa ditutupi/dicegah. Dengan membalik logika, Ongoiba menegaskan, orang Islam yang menjalankan ibadah Sholat sehari lima waktu tidak menjamin dirinya kebal terhadap penularan HIV.

Ongoiba bekerja sebagai direktur eksekutif Kemitraan Afrika Untuk  Melawan AIDS  yang berbasis di Toronto. Ia telah memberikan serangkaian pemahaman terhadap umat Islam tentang pentingnya perlindungan dari penyakit menular seksual (PMS), di kota dan negara asalnya, Mali, Afrika.

Karena pekerjaannya itu, Ongoiba sering dicap sebagai “pengacau” karena keberaniannya untuk “membangunkan” orang-orang yang tertidur lelap, sementara HIV/AIDS di luar sana sedang terus mengancam. Cap “pengacau” yang diberikan ke Ongoiba itu pernah datang dari seorang Ulama / Syekh.

Penduduk Muslim sekitar sekitar 1,9 persen dari 32,8 juta dari total penduduk Kanada dan Islam merupakan Agama Non-Kristen terbesar di Amwerika Utara. Sebuah survei terbaru menunjukkan bahwa mayoritas Muslim Kanada bangga menjadi warga negara Kanada. Selama 20 tahun terakhir , organisasi Ongoiba itu telah mencapai sukses besar  dalam menjangkau komunitas Muslim Toronto.

“Pada awal epidemi HIV / AIDS dan sebelum pengobatan pertama kali diberikan, orang-orang pengidap HIV/AIDS, menderita dan kemudian mati . Sekarang kita melihat terjadinya penurunan tingkat infeksi di masyarakat kita. Kami telah melakukan kerjasama dengan otoritas  Imam Masjid di Toronto. Dan kami melatih orang-orang yang hidup dengan HIV / AIDS untuk berbagi pengalaman mereka . Usaha tersebut memberikan banyak perubahan di masyarakat. Mereka menjadi tahu tentang penularan HIV dan infeksi , dan mereka belajar mengurangi stigma di masyarakat,” katanya.

Kerjasama Ongoiba dengan Imam Masjid di Toronto mendapatkan banyak dukungan. ” Di sini, di Toronto , saya mendekati para imam di masjid-masjid, tempat di mana aku juga menghabiskan waktu untuk berdoa . Saya mendekati para imam untuk kemudian menjelaskan pekerjaan yang saya lakukan di masyarakat , ” katanya

Ongoiba mengakui adanya kesulitan tersendiri dalam hal penanggulangan HIV/AIDS di negara asalnya, Mali, Afrika. “Di Mali, hal itu sulit dilakukan. Mereka tidak ingin membicarakannya, karena persoalan HIV Aids ini masih dianggap tabu.  Mereka masih melihat sisi agama sebagai penghalang untuk hal itu,” katanya sambil berharap agar dalam hal penanggulangan HIV AIDS, sisi sosial budayanya dikedepankan.

AIDS telah menginfeksi sekitar 33 juta orang di seluruh dunia dan telah membunuh 25 juta sejak ditemukan pada 1980-an. AIDS bisa menghancurkan sel-sel kekebalan tubuh  dan berpotensi melahirkan penyakit infeksi oportunistik . Estimasi saat ini menunjukkan bahwa, terdapat 33.200.000 orang yang terinfeksi dengan virus HIV di seluruh dunia, dan dua pertiga dari mereka tinggal di Afrika sub-Sahara (OnIslam.Net/Kang Nawar)

Foto: OnIslam.Net.