Download Sistem Kaderisasi IPNU. Kaderisasi adalah proses pembentukan kader yang dimulai dari rekrutmen, pendidikan dan pelatihan, pengembangan kader hingga promosi dan distribusi kader. Anda Aktifis IPNU-IPPNU? Sudah tahu tentang Sistem Kaderisasi IPNU? Atau ingin Download Sistem Kaderisasi IPNU (Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama)? Baca selengkapnya….untuk mendapatkan link Donwload.

Rakornas IPNU Bidang Kaderisasi IPNU Tahun 2011 telah menghasilkan sebuah keputusan, yaitu KEPUTUSAN RAPAT KOORDINASI NASIONAL BIDANG KADERISASI NOMOR 02/RAKORNAS/XII/2011 TENTANG SISTEM KADERISASI IKATAN PELAJAR NAHDLATUL ULAMA. Dalam Keputusan tersebut dijelaskan bagaimana sistem Kaderisasi IPNU. Di bawah nanti anda bisa Download Sistem Kaderisasi IPNU. Beberapa Istilah Kaderisasi IPNU bisa disimak berikut ini.

  1. Kaderisasi adalah proses pembentukan kader yang dimulai dari rekrutmen, pendidikan dan pelatihan, pengembangan kader hingga promosi dan distribusi kader.
  2. Pendidikan kader adalah usaha sadar dan kegiatan terencana untuk meningkatkan kualitas dan potensi kader dengan menanamkan ideologi, membentuk dan memperkuat karakter, membangun nilai dan akhlaqul karimah, meningkatkan kapasitas keorganisasian, serta menguatkan kepedulian dan daya kritis, serta memperkuat kapasitas kepemimpinan dan gerakan sosial untuk mewujudkan kemaslahatan publik dan kehidupan masyarakat dan bangsa yang lebih baik.
  3. Pelatihan kader adalah kegiatan terencana untuk meningkatkan kualitas dan potensi kader dengan memperkuat kapasitas, kompetensi, ketrampilan dan profesionalitasdalam bidang-bidang tertentu sesuai dengan kebutuhan diri, organisasi dan masyarakat.
  4. Sistem kaderisasi adalah satu kesatuan aturan dan tata cara pelaksanaan kaderisasi IPNU yang berlaku secara nasional.
  5. Paradigma transformatif adalah paradigma pendidikan yang berorientasi pada peningkatan kapasitas sumber daya manusia dan perubahan individual di satu sisi dan penguatan daya kritis dan perubahan sosial di sisi yang lain.
  6. Kaderisasi formal adalah kaderisasi yang dilakukan melalui pendidikan  kaderberjenjang yang bersifat formal dan baku, serta pelatihan-pelatihan pengembangan kader lainnya.
  7. Kaderisasi non-formal adalah kaderisasi yang dilakukan di luar jalur-lajur pendidikan kader formal, baik melalui pendampingan ataupun praktek lapangan.
  8. Kaderisasi in-formal adalah kaderisasi yang dilakukan langsung melalui kepengurusan organisasi dan kehidupan nyata di tengah masyarakat.
  9. Tahapan kaderisasi adalah seluruh tahapan yang harus dilakukan dalam proses kaderisasi.
  10. Pelaksana adalah pelaksana keseluruhan tahapan kaderisasi, yaitu kepengurusan IPNU pada semua tingkatan.
  11. Tim fasilitator adalah tim yang mengorganisir dan memfasilitasi pendidikan dan pelatihan kader pada setiap tingkat kepengurusan.
  12. Rekrutmen adalah kegiatan mencari, menemukan, mengajak, dan menetapkan sejumlah orang sebagai calon anggota agar mendapatkan anggota yang berkualitas sesuai dengan kebutuhan organisasi dan masyarakat.
  13. Masa Kesetiaan Anggota, selanjutnya disebut MAKESTA, adalah pendidikan kader jenjang awal dalam sistem kaderisasi IPNU yang dimaksudkan untuk mencetak anggota dan menjadi satu-satunya pintu masuk menjadi anggota IPNU.
  14. Pendidikan Kader Muda, selanjutnya disebut LAKMUD, adalah pendidikan kader jenjang menengah dalam sistem kaderisasi IPNU yang dimaksudkan untuk mencetak kader.
  15. Pendidikan Kader Utama, selanjutnya disebut LAKUT, adalah pendidikan kader jenjang lanjut dalam sistem kaderisasi IPNU yang maksudkan untuk mencetak kader pemimpin.
  16. Latihan Fasilitator I, selanjutnya disebut LATFAS I, adalah pelatihan bagi fasilitator jenjang pertama untuk mencetak fasilitator yang bersertifikasi untuk memfasilitasi pendidikan dan pelatihan kader pada jenjang MAKESTA dan LAKMUD.
  17. Latihan Fasilitator II, selanjutnya LATFAS II, adalah pelatihan bagi fasilitator jenjang kedua untuk mencetak fasilitator yang bersertifikasi untuk memfasilitasi pendidikan dan pelatihan kader pada semua jenjang.
  18. Materi pokok adalah materi-materi pokok dan utama yang harus ada dalam pendidikan dan pelatihan kader sesuai jenjang yang ditentukan.
  19. Muatan lokal adalah materi pendidikan dan pelatihan di luar materi pokok yang disesuaikan dengan kebutuhan dan potensi daerah, serta kompetensi dan realitas lokal pada masing-masing daerah.
  20. Pendekatan paedagogi adalah pendekatan pendidikan yang menekankan pada indoktrinasi dan relasi satu arah.
  21. Pendekatan andragogi adalah pendekatan pendidikan yang menekankan pada pengalaman sebagai sumber belajar.
  22. Full-partisopatory training adalah pelatihan yang dilakukan dengan pendekatan partisipatif penuh.
  23. Metode adalah seperangkat cara pembelajaran yang digunakan dalam proses pendidikan dan pelatihan kader.
  24. Media adalah sarana dan peralatan yang digunakan untuk mendukung proses pendidikan dan pelatihan kader.
  25. Sertifikasi pendidikan kader adalah ukuran kualitatif berdasarkan standard kompetensi out-put pada suatu pendidikan kader atau pelatihan kader.
  26. Pendampingan kader adalah aktivitas untuk merawat individu atau kelompok kader agar konsisten untuk terus terlibat secara sadar dalam organisasi.
  27. Pengembangan kader adalah aktivitas yang dilakukan dalam rangka mengembangkan kapasitas kekaderan untuk melanjutkan jenjang berikutnya dan mengembangkan potensi khusus yang dimiliki oleh anggota dan kader.
  28. Promosi dan distribusi kader adalah proses penempatan dan penyebaran kader pada posisi-posisi tertentu baik di internal organisasi maupun pada berbagai posisi strategis di berbagai bidang dan institusi lain.
  29. Modul Kaderisasi adalah serangkaian pedoman teknis dan tata cara dalam melaksanakan program kaderisasi dan fasilitasi pendidikan dan pelatihan kader.

 Download Sistem Kaderisasi IPNU, Di SINI

Follow, Share and Like:
RSS
Follow by Email
Facebook
Facebook
Google+
Google+
http://pcnucilacap.com/download-sistem-kaderisasi-ipnu/