“Pengetahuan dan praktek dasar-dasar pelaksanaan Ibadah Haji sangat penting untuk para Ketua Regu (Karu) dan Ketua Rombongan (Karom). Pengetahuan dan praktek dasar itu tidak saja mengenai aspek syariat melainkan juga aspek tehnis dalam pelaksanaan Ibadah Haji,” demikian disampaikan oleh KH. Much Suhud Muchson, L.C., ketua KBIHNU Cilacap di hadapan 70 orang Karu Karom yang sedang melaksanakan diklat di Gedung Pusdiklat PCNU Cilacap, hari ini (31/5).

KH. Suhud Muchson menambahkan bahwa pengetahuan itu penting mengingat posisi Karu dan Karom yang sangat strategis sebagai “pelayan jamaah calon haji” dari pemberangkatan sampai kepulangan.

“Ini tugas mulia. Anda mendapatkan amanat untuk melayani calon jamaah haji. Tanggungjawab juga ada di pundak anda untuk mengantarkan calon jamaah haji untuk dapat menunaikan ibadah haji secara sempurna,” katanya.

Sementara itu, KH. Muhlisuddin Affandi, pengurus KBIHNU Cilacap menyampaikan bahwa sejak hari ini, sejak pelatihan hari ini, tugas dan fungsi Karu dan Karom harus dipelajari.

“KBIHNU Cilacap menyediakan buku saku panduan Karu dan Karom. Isi buku sudah disusun sedemikian rupa, sangat detail, langkah demi langkah, sehingga sangat praktis, mudah dipahami dan dipraktekkan,” katanya.

Dikatakan oleh KH. Muhlisudin bahwa seorang Ketua Regu harus memiliki Handphone sebagai alat komunikasi antar Karu-Karom-Anggota dan Pembimbing. Karu dan Karom dari awal sudah harus hafal nama-nama anggota dan harus memegang daftar anggota. “Daftar anggota itu harus dipegang sejak pemberangkatan, selama pelaksanaan ibadah haji sampai dengan kepulangan,” imbuhnya.

Bagi KBIHNU Cilacap tugas yang harus dijalankan oleh Karu Karom dibuat per pos/tempat dengan rinciannya. Contoh, ketika berada di dalam Bus menuju bandara, tugas-tugas itu sudah dirinci, begitu juga ketika selama berada di asrama haji, di pesawat, di Jeddah, di Makkah, di Arafah, di Muzdalifah, di Mina, di Madinah, di Madinatul Hujjaj (tempat pemondokan) sampai dengan kepulangan di kampung halaman.

“Semua tugas sudah dicantumkan. Para Karu dan Karom tinggal mempelajari dan buku itu tidak boleh hilang,” ujar KH Muhlisuddin mengingatkan.

Untuk memantapkan pengetahuan dan praktek dasar Ibadah Haji, KBIHNU Cilacap akan melaksanakan Manasik Massal yang diikuti tidak kurang dari 540an calon jamaah haji yang bergabung melalui KBIHNU musim haji 2014. Manasik Masal akan dilaksanakan tanggal 7 Juni 2014 di Kota Cilacap.

Follow, Share and Like:
Facebook
Facebook
Google+
Google+
http://pcnucilacap.com/dasar-dasar-haji-penting-untuk-karu-dan-karom/