Bagikan dan Rekomendasikan

Kuota calon haji untuk kabupaten cilacap pada 2014 ini sebanyak 832 orang, terdiri dari 690 orang ditambah 142 jamaah masa tunggu tahun 2013 lalu. Namun hal tersebut masih fluktuatif mengingat jumlah yang ada sekarang masih ada tambahan dan ada yang mundur. Hal tersebut disampaikan Kepala Kantor Kemenang Cilacap – Drs. H. Mughni Labib, M.Si. dalam pembukaan manasik massal yang diselenggarakan Kantor Kemenag Cilacap. Ditambahkannya, kuota untuk seluruh Indonesia tahun ini sebanyak 155.200, terdiri dari 154.049 jamaah dan 1.151orang pembimbing/ pendamping.

Seluruh jamaah haji dari Kabupaten CIlacap akan berangkan dari embarkasi Donohudan Solo, namun kapan pemberangkatannya masih menunggu hasil penentuan dari Jawa Tengah. Sedangkan biaya ibadah haji yang diberangkatkan dari embarkasi Donohudan sebesar US$ 3.231.

Pelaksanaan ibadah haji ini, lanjutnya, melibatkan 8 lembaga resmi negara. “Yang utama adalah lembaga / dinas kesehatan, karena terlibat sejak persiapan, pemberangkatan, pelaksanaan, sampai dengan kembali ke tanah air” katanya.

Di samping itu, para calon jamaah haji akan didampingi oleh Tim Pembimbing Haji Indonesia (TPHI), Tim Pembimbing Haji Daerah (TPHD), serta Tim Pembimbing Ibadah Haji Indonesia (TPIHI).

Pada tahun ini, yang menjadi TPHI adalah Istiar Walidi, S.Ag., Mughni Labib, S.H. (Ponpes Al-Ihya ‘Ulumaddin Kesugihan, Cilacap), dan H. Nashid, S.Ag. (Ka. KUA Binangun), TPHD terdiri dari : Abdul Faqih Bashori, Suprihationo, Mukharor, Fathurrohman, dan KH. Muchlisuddin, S.H. (IAIIG Cilacap). Sedangkan TPIHI terdiri dari Drs. H. Affandi, M.Pd.I., dan Drs. Hamid Alwi, S.Ag., M.Pd.I.
Istitho’ah dan Kemandirian

Bupati Cilacap H. Tatto Suwarto Pamudji dalam sambutannya yang dibacakan Drs. H. Tri Komara, S.H., M.M. (Staf ahli Bupati bidang ekonomi) menyatakan agar pelaksanaan manasik dapat meningkatkan istitho’ah dan kemandirian para calon jamah haji kabupaten Cilacap dalam menjalankan ibadahnya di Makkah. Mengingat banyaknya para jamaah haji maka etiap jamaah harus bisa mandiri sekalipun sudah ada pembimbing haji.

“Dengan diadakannya manasik bagi para calon jamaah haji diharapkan akan meningkatkan istitho’ah dan kemandirian bagi pada jamaah haji dari anupaten Cilacap sehingga mencapai kemamburan dan menjadi haji mamburur,” tandasnya. Bupati juga meminta agar para jamaah haji mendoakan masyarakat Cilacap di tempat-tempat yang mustajabah baik di Makkah maupun di Madinah, seperti Raudhoh, Multazam, Maqom Ibrahim, Hijir Ismail, dsb. agar Kabupaten Cilacap menjadi darerah yang sejahtera, aman, nyaman, dan tertib.

Tri Komara menambahkan agar para jamaah haji dari Cilacap menjaga kesehatan selama menjalankan ibadah antara lain dengan cara tidak memaksanak diri untuk mencium Hajar Aswad, namun kalau bisa Alhamdulillah, jangan memaksakan diri berdoa atau shalat di Multazam dan di hijir Ismail, selalu minum air zam-zam untuk menjaga agar tidak dehidrasi, dan paling utama adalah melakukan segala sesuatu dengan ikhlas.

Unsur Dinas Kesehatan dalam pengarahannya meminta agar para jamaah tidak khawatir terhadap penyakit Mers (penyakit menular terkait dengan pernapasan. Ditegaskan, pihak Dinas Kesehatan dalam menjaga kesehatan jamaah haji dengan cara memantau kesehatan para jamaah sejak persiapan, saat pemberangkatan, selama diperjalanan hingga selesainya ibadah haji. Salah satu di antara usaha menjaga kesehatan saat di Makkah maupun Madinah adalah dengan meminum air zamzam.
Paspor

Dalam penjelasannya pihak Imigrasi menegaskan bahwa proses pembuatan paspor bagi para jamaah haji akan dilaksanakan pada akhir Juni dan Awal Juli. Diawali dengan pemotretan yang rencananya dilaksanakan di kantor Imigrasi Cilacap. Jadwal pemotretan sebagaimana pemberitahuan yang ditandatangani Kepala Kemenag Cilacap, Drs. H. Mughni Labib, M.Si. sebagai berikut:

No. Hari/Tanggal Waktu Kecamatan
1. Senin, 30 Juni 2014 08.00 – 11.00

13.00 – 15.00 Dayeuhluhur, Wanareja, Majenang, Cimanggu
Karangpucung, Cipari, Sidreja, kedungreja
2, Selasa, 1 Juli 2014 08.00 – 11.00
13.00 – 15.00 Patimuan, gandrungmangu, Bantarsari
Kawunganten, Jeruklegi, Cilacap Utara
3. Rabu, 2 Juli 2014 08.00 – 11.00
13.00 – 15.00 Cilacap Tengah
Cilacap Selatan, Kesugihan
4. Kamis, 3 Juli 2014 08.00 – 11.00
13.00 – 15.00 Sampang, Maos, Adipala, Kroya
Binangun, Nusawungu

Ibadah berkualitas

Di akhir kegiatan manasik massal ini, Ketua PCNU Cilacap, KH. Maslakhuddin menyampaikan bahwa dalam beribadah harus berkualitas, termasuk ibadah haji. Apalagi ibadah haji merupakan ibadah wajib sekali seumur hidup bagi yang mampu. Oleh karena itu, agar ibadah haji menjadi berkualitas maka harus dibekali melalui manasik, agar ibadah haji yang hanya sekali seumur hidup ini bisa sempurna, baik rukun maupun wajibnya serta mengganti dengan denda jika melakukan pelanggaran. Syukur apabila ibadah haji ini diikuti dengan melaksanakan ibadah-ibadah sunnah lainnya serta keutamaan-keutamaan dalam melaksanakan ibadah haji. Manasik dalam hal ini merupakan upaya memberikan pemahaman tentang bagaimana melaksanakan ibadah haji dengan baik dan benar sesuai syariat tentang haji.

Rencananya, manasik massal yang diselenggarakan oleh Kemenag Kabupaten Cilacap dilaksanakan tiga kali. Manasik pertama dan kedua memberikan bekal berupa teori yang dilaksanakan di gedung IPHI Cilacap, Jl. Tentara Pelajar (depan lapangan Krida, Cilacap Utara). Sedangkan pelaksanaan manasik kedua akan dilaksanakan hari Jumat, 27 Juni 2014. Sedangkan manasik ketiga mempraktikkan teori/ilmu yang sudah dilaksanakan dalam manasik pertama dan kedua.
(LTNNU – Fuad Aljihad)