Jamiyyah Ahluth Thariqah Al Mu’tabarah Al Nahdliyyah / JATMAN adalah Badan Otonom Nahdlatul Ulama (NU) yang menghimpun Jamiyyah Thariqah yang Mu’tabar di Indonesia, di bawah kepemimpinan Habib Lutfi Bin Yahya sebagai Rais Am Idaroh Aliyah JATMAN hasil Muktamar XI di Malang Januari 2012 yang lalu.

Pada 10 Oktober 1957 di Magelang para kiai NU mendirikan suatu badan otonom (Banom) bernama Jam’iyah Ahli Thariqah Muktabarah. Kemudian dalam Muktamar Semarang (1979) ditambahkan kata An-Nandliyah di belakangnnya untuk menegaskan bahwa badan ini tetap berafiliasi kepada NU. Sejak berdirinya, pemimpin tertinggi  badan ini adalah para Kiai ternama dari pondok-pondok Pesantren yang besar. Alasan utama didirikannya Banom ini adalah untuk:

  1. Membimbing organisasi-organisasi Thariqah yang dinilai belum mengajarkan amalan-amalan yang sesuai dengan al-Quran dan al-Hadits.
  2. Mengawasi organisasi-organisasi Thariqah agar tidak menyalahgunakan pengaruhnya untuk kepentingan yang tidak dibenarkan oleh ajaran agama Islam.

Orang ahli Thariqah tidak pernah libur dari istighfar, dzikir, membaca al-Quran dan bershalawat kepada Nabi Saw, serta melakukan semua kewajiban agama. Termasuk amalan-amalan sunnahnya. Dalam lingkungan ahli Thariqah ada pepatah: kebaikan bagi orang kebanyakan merupakan kejahatan bagi orang Thariqah. Dicontohkan, orang kebanyakan tidak melakukan shalat surmah rawatib adalah tidak berdosa. Tapi bagi orang ahli Thariqah merupakan ‘durhaka’ besar.

Majelis istighasah yang selama ini diselenggarakan dan amalan-amalan dzikir yang dilakukan oleh orang-orang NU adalah bersumber dari amalan-amalan Thariqah muktabarah An-Nahdliyah.