Tidak kurang dari 738 atau setara 2 Kloter Jamaah Haji KBIHNU Cilacap Ikuti Manasik Masal di Kota Cilacap (Sabtu, 15 Juni). “Penyelenggaraan Manasik Masal tahun ini adalah yang ke-10 kalinya. Ini merupakan bagian dari pelaksanaan Bimbingan Ibadah Haji oleh KBIHNU yang dilakukan secara menyeluruh dari teori hingga prakteknya. Pada prakteknya, Jamaah Haji diberikan bimbingan yang menyerupai pelaksanaan Ibadah haji sesuai tata  urutannya,” demikian disampaikan KH. Suhud Muchson, Ketua KBIHNU Cilacap.

Seperti tahun-tahun sebelumnya, Manasik Masal dimulai dari Alun-Alun Cilacap. Tata urutannya sebagai berkut;

  1. Alun-alun disetting sedemikian rupa sebagai “Masjidil Haram”.  Di sini Jamaah Haji berkumpul untuk pertama kalinya dan sudah memakai pakaian Ihram. Di Alun-alun,  Jamaah haji melaksanakan Umroh, Thowaf dan Sai.
  2. Setelah selesai, Jamaah Haji kemudian menuju lapangan Krida Nusantara, tempat yang dipersiapkan sebagai “Padang Arofah” untuk melaksanakan Wukuf untuk berdiam diri dan berdoa di padang Arafah.
  3. Setelah selesai Wukuf, Jamaah Haji kemudian bergerak menuju Muzdalifah untuk bermalam dan mengambil batu kerikil untuk pelaksanaan Lontar Jumroh. “Muzdalifah” ditempatkan di Lapangan Kecamatan Cilacap Tengah.
  4. Setelah selesai Mabit dan mengambil batu kerikil, Jamaah Haji meneruskan perjalanan ke Mina untuk melaksanakan Ibadah Melontar Jumroh. Arena Lontar Jumroh (Aqobah) dilaksanakan di Lapangan Eks Kejaksaan Negeri Cilacap.
  5. Setelah Melontar Jumroh, Jamaah Haji mengambil Nafar Awal untuk kemudian menuju “Masjidil Haram” di Alun-Alun Cilacap untuk melaksanakan Thawaf Haji.

Tata urutan di atas sebagai gambaran pelaksanaan Manasik Masal. Ada pun hal-hal terkait tetap dilaksanakan dalam bimbingan tehnis secara langsung maupun penggambaran-penggambaran melalui bimbingan langsung; seperti pelaksanaan niat untuk masing-masing rukun haji, bacaan-bacaan doa yang harus dibaca dan  sehingga tidak ada yang tertinggal.