KBIH NU Logo Hingga Februari 2012, Calon Jamaah Haji Indonesia yang masuk daftar tunggu mencapai 1,6 juta orang. Artinya, sebelum bisa diberangkatkan ke Arab Saudi, mereka harus menunggu antara 3-12 tahun, tergantung banyak sedikitnya jumlah daftar tunggu calon jemaah haji di tiap-tiap provinsi. “Daftar tunggu itu bukan hanya terjadi di Indonesia, tetapi juga di beberapa negara seperti Turki, Iran, dan Malaysia. Di Iran saja, antrian daftar tunggunya sudah mencapai 16 tahun,” ujar Sekjen Kementrian Agama, Bahrul Hayat, di Jakarta, Rabu (22/2).

Bahrul juga mengungkapkan, kebijakan pendaftaran jemaah haji sepanjang tahun yang diberlakukan Kementerian Agama saat ini, tetap relevan. Namun, pada saat yang sama, Kemenag juga akan memberikan perlindungan kepada calon jemaah, untuk mendapatkan memastikan waktu keberangkatannya. “Prinsipnya, yang datang pertama, dia yang mendapat pelayanan lebih dulu. Termasuk kebijakan kuota tetap digunakan sesuai urutan. Tetapi, apabila ada kuota tambahan bersifat khusus, maka kita bisa mendahulukan prioritas dari urutan tertua, di luar kuota pokok,” ujar Bahrul.

Soal usulan moratorium atau penghentian sementara pendaftaran jemaah haji yang diusulkan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi, Bahrul menilai, moratoriam akan berdampak pada terabaikannya rasa keadilan bagi masyarakat yang ingin menunaikan ibadah haji. “Kami melihat dampak keadilannya juga bagi masyarakat. Sebab itu, Kementerian Agama selama ini menetapkan pendaftaran setiap tahun agar masyarakat dapat mengetahui secara adil, kapan mereka akan berangkat,” ujarnya.

Kelompok Bimbingan Ibadah Haji Nahdlatul Ulama (KBIHNU) Cilacap tidak tinggal diam dalam menyikapi hal tersebut. Di Kabupaten Cilacap sendiri, Calon Jamaah Haji yang mendaftar tahun 2012, diperkirakan baru akan berangkat menunaikan Ibadah Haji pada tahun 2020.  Oleh sebab itu, seluruh komponen NU Cilacap diharapkan bisa realistis dalam melihat persoalan Daftar Tunggu ini, dan selalu proaktif terhadap para Calon Jamaah Haji yang direkrut dan dibimbing sebagaimana mestinya.

Ketua KBIHNU Cilacap KH. M. Syahid Muchson mengatakan; “Kenyataan ini memberikan tantangan tersendiri bagi KBIH NU Cilacap, baik internal maupun eksternal. Secara internal tidak ada pilihan lain kecuali memperkuat kelembagaan KBIH NU secara lebih profesional untuk keperluan pelayananan Bimbingan Ibadah Haji dengan jangkauan waktu ke depan yang lebih fokus, tertata dan bisa dipertanggungjawabkan. Sedang secara eksternal, KBIH NU berupaya memperkuat jaringan kelembagaan sampai ke basis masyarakat guna proses rekruitmen calon jamah Haji”.