Tanggal 1 Ramadhan dan 1 Syawal 1433 H jatuh pada hari dan tanggal berapa, bisa diprediksi berdasarkan metode hisab dan rukyat. Kemungkinan terjadinya perbedaan 1 Ramadhan dan 1 Syawal 1433 H dan dalam memulai Ramadhan 1433 H besok antara NU dengan ormas Islam lain yang menggunakan kriteria wujudul hilal cukup besar. Data ketinggian hilal pada Kamis, 19 Juli 2012 adalah 1,6 derajat, sehingga menurut kriteria wujudul hilal pada Jum’at, 20 Juli 2012 sudah masuk tanggal satu (Ramadhan).

Namun, menurut NU dan Pemerintah RI, tanggal satu jatuh pada lusanya, yaitu Sabtu, 21 Juli 2012, karena data hisab pada hari Kamis (19 Juli 2012) menunjukkan bahwa hilal masih berada di bawah kriteria imkanur-ru’yah (kemungkinan bisa di-ru’yah) dua derajat. Untuk 1 Syawal 1433 H diprediksi akan dimulai secara serentak jika ru’yah yang dilakukan nanti berhasil melihat hilal. Ketinggian hilal pada tanggal 18 Agustus sudah mencapai 7,5 derajat, sehingga diprediksikan 1 Syawal jatuh pada Ahad, 19 Agustus 2012. Demikian juga, untuk Idul Adha tahun 1433 ini juga diprediksi tidak ada perbedaan.

Idul Adha 1433 H Jum’at, 26 Oktober 2012

Menyikapi perbedaan antara Indonesia dengan Arab Saudi dalam memulai awal bulan, terutama ketika Idul Fitri atau saat di Indonesia masih puasa ‘Arafah, sedangkan di Arab Saudi sudah ‘Idul Adha, ditegaskan bahwa hal itu tidak menjadi masalah karena dalam kalender Qamariyah belum ada garis batas tanggal Hijriyah internasional (international Hijri date line) yang disepakati, sehingga tidak bisa mengatakan kita itu satu waktu atau kita lebih dulu atau lebih akhir dari Arab Saudi.

Sistem kalender Qamariyah tidak bisa dibicarakan dengan mindset kalender Masehi, karena keduanya memiliki karakteristik berbeda. Di dalam peralihan tanggal, misalnya, kalender Masehi dimulai pada jam 00:00 dini hari, sedangkan kalender Qamariyah dimulai setelah matahari terbenam (sunset). Di samping itu, garis ketinggian hilal setiap menjelang awal bulan Qamariyah itu sifatnya tidak lurus, tetapi selalu melengkung.

Posisi hilal menjelang awal Dzulhijjah 1433 H masih berada di bawah ufuk, sehingga dapat diprediksikan bahwa Idul Adha 1433 H akan dirayakan secara serentak pada Jum’at, 26 Oktober 2012. Kalaupun ada perbedaan, biasanya itu berasal dari kelompok-kelompok kecil yang masih menggunakan hisab ‘urfi maupun kriteria-kriteria sejenis lainnya.

Tanggal 1 Ramadhan dan 1 Syawal 1433 H dan 1 Dzulhijjah, jika harus terjadi perbedaan dalam pelaksanaannya, maka diharapkan agar umat Islam bisa menjaga semangat ukhuwah.

Filed under: Dokumentasi

Like this post? Subscribe to my RSS feed and get loads more!