Naskah Khutbah Jumat: Membentuk Anak Yang Sholih. Ya, orang tua mana yang tidak ingin anak nya menjadi anak yang sholih? Berperilaku, berperangai dan berkarakter dan berpendidikan yang baik sesuai tuntunan ajaran agama Islam? Tentu tidak ada. Bahkan sejak dalam kandungan, anak sudah didoakan untuk menjadi anak yang sholih / sholihah. Banyak cara, media dan langkah dalam upaya membentuk anak yang sholih yang bisa ditempuh untuk memenuhi tuntunan Al Qur’an, seperti; “Dan hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang seandainya meninggalkan dibelakang mereka anak-anak yang lemah, yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan) mereka. Oleh sebab itu hendaklah mereka bertaqwa kepada Allah dan hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang benar.” (QS an-Nisa`: 9). Berikut selengkapnya Khutbah Jumat: Membentuk Anak Yang Sholih.
Selanjutnya » »
Perayaan Imlek selalu tak dapat dilepaskan dari sosok guru bangsa, almarhum Gus Dur. Komitmen Gus Dur mencabut Instruksi Presiden (Inpres) No.14 Tahun 1967 dengan menerbitkan Keputusan Presiden (Keppres) No.6 tahun 2000, adalah peristiwa bersejarah bagi warga Tionghoa dan semua warga bangsa saat merayakan peristiwa budaya: merayakan Imlek. Namun perayaan Imlek sepeninggal dua tahun kepergian Gus Dur, bapak pluralisme, tokoh yang amat peduli dan komit dengan kelompok-kelompok minoritas, termasuk warga Tionghoa, apa yang dapat direnungkan dari merayakan Imlek kini? Ada dua refleksi pemaknaan yang dapat kita kumpulkan.
Selanjutnya » »
Pimpinan Cabang IPNU (Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama )dan IPPNU (Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama Cilacap Menggelar Diklatama untuk Corps Brigade Pembangunan (CBP) dan Lembaga Korps Kepanduan Putri (KKP). CBP dan KKP sendiri adalah lembaga semi otonom IPNU dan IPPNU yang bergerak dalam Pengkaderan, Kepanduan, Kedisliplinan serta Penguatan Wawasan Kebangsaan dalam Membela Negara. ”Diklatama digelar di Lapangan Lokajaya Lomanis Cilacap, 21-23 Januari 2012 yang diikuti oleh seluruh anggota CBP dan KKP,” demikian dikatakan Amir Mustafa Zuhdi, Ketua PC IPNU Cilacap.
Selanjutnya » »
Sebagai salah satu perangkat organisasi Nahdlatul Ulama, Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) berkedudukan sebagai Badan Otonom (Banom). IPNU menekankan aktivitasnya pada program kaderisasi, baik pengkaderan, formal, informal, maupun non-formal. Di sisi lain, sebagai organisasi pelajar, Program IPNU diorientasikan pada pengembangan kapasitas pelajar dan santri, advokasi, penerbitan, dan pengorganisasian pelajar. Berikut ini Dokumentasi ke-IPNU-an yang berkaitan dengan Landasan Berfikir, Bersikap, Berorganisasi dan Jati Diri IPNU. LANDASAN BERFIKIR; Sebagaimana ditetapkan dalam khittah 1926, Aswaja (Ahlussunnah wal jamaah) adalah cara berfikir, bersikap, dan bertindak bagi warga Nahdliyin. Sikap dasar itu yang menjadi watak IPNU, dengan watak keislamannya yang mendalam dan dengan citra keindonesiaannya yang matang.
Selanjutnya » »
Jum’at (13/1), selepas shalat Jum’at, di masjis Al-Muttaqin, Bululawang, Malang, para anggota Mahasiswa Ahlilth Thariqah an-Nahdliyah (MATAN) disumpahsetia atau dibaiat oleh Habib Lutfi untuk mengikuti salah satu dari aliran thariqah. Ratusan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi langsung bergegas merapat, mendekati Habib Lutfi bin Ali bin Yahya, sang mursyid thariqah yang juga Rois Am Jam’iyyah Ahlilth Thariqah al-Muktabarah an-Nahdliyah. Acara pembai’atan massal segera dimulai. Ketika Habib Lutfi mengatakan bahwa ia mengijazahkan thariqah yang ‘diniatkan’ oleh masing-masing mahasiswa yang hendak berbaiat, maka sontak mereka mengatakan, “Qobiltu..! (Saya menerima).” Habib mengatakan, “ Apakah kalian ridlo mempunyai mursyid yang seperti saya ini?”. Tanpa menunggu lama, para mahasiswa langsung menjawab setengah berteriak, “Ridlo…!”
Selanjutnya » »
Page 1 of 1112345...10...»Last »
|
|
AGENDA KEGIATAN
|
KOMENTAR