Apa itu PANNA? Pannasoccer? Pannakonockout? Bagaimana Peraturan permainan Panna? Panna digelar di arena Pasar Rakyat NU di Kesugihan Cilacap, 19-20 mei 2012. Panna, dikenal juga dengan Street Football with FreeStyle, adalah permainan jalanan yang dimulai di jalan dari Mokum, Amsterdam Belanda. Permainan ini dimainkan di lapangan berukuran 4 x 6 m atau di dalam Kandang Panna berukuran 6,5 m. Tujuannya adalah mencoba bermain bola di antara pemain lain, yang disebut Panna. Jika tidak terjadi Panna, maka pemain yang memiliki jumlah terbanyak yang akan menjadi pemenang.
Selanjutnya » »
Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) melalui PT Umat Power menyelenggarakan PASAR RAKYAT NU di Lapangan PJKA Kesugihan Cilacap 19-20 Mei 2012. Pasar Rakyat NU ini untuk ke tiga kalinya setelah sebelumnya diselenggarakan di Bekasi dan Karawang. Cilacap mendapatkan kesempatan pelaksanaan Pasar Rakyat melalui koordinasi langsung pihak penyelenggara dengan PCNU Cilacap sebagai panitia lokal.
Selanjutnya » »
Proses Produksi Program televisi sekurang-kurangnya meliputi 4 (empat) tahapan; masing-masing Preproduction Planning, Producktion Coordination, Production Process dan Post Production. Hal Tersebut disampaikan Harry Pantja dalam Workshop TV Production yang diselenggarakan di Aula Perpustakaan Darul Hikmah Pondok Pesantren Al Ihya Ulumaddin Kesugihan Cilacap, Jumat 18 mei 2012.
Selanjutnya » »
Untuk memperingati Hari kebangkitan Nasional 20 Mei 2012, Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Cilacap menyelenggarakan kegiatan “Ansor Bersholawat Untuk Kebangkitan Nasional”. Kegiatan ini dilaksanakan di Lapangan Tugu Kroya Cilacap. Demikian disampaikan Ibnu Tamyiz, Ketua PAC GP Ansor Kroya selaku panitia penyelenggara. Kegiatan ini akan dimulai sejak Minggu Siang dengan penampilan Group Marawis.
Selanjutnya » »
Bagi orang-orang yang selalu berkecimpung dalam Kementerian Agama, pasti nama KH Abdul Wahid Hasyim sudah tidak lagi asing di dengar. Dia merupakan Menteri Agama pertama saat Indonesia menganut sistem pemerintahan Serikat (Republik Indonesia Serikat), sekaligus menjabat sebagai Menteri Agama dalam tiga kabinet yakni Kabinet Hatta, Natsir, Sukiman (1949-1952). Tahun-tahun tersebut merupakan pencarian jati diri bangsa Indonesia dalam segala aspeknya termasuk bidang pendidikan agama. Pada saat itu KH Abdul Wahid Hasyim tampil sebagai konseptor ulung pendidikan agama, dan sampai kini pemikirannya masih relevan bahkan berusaha untuk dikembangkan. Disini penulis mengungkap pemikiran pendidikan karakter KH Abdul Wahid Hasyim berdasarkan dari hasil penelitian penulis.
Selanjutnya » »
Page 1 of 2012345...1020...»Last »
|
|
AGENDA KEGIATAN
|
KOMENTAR